"Nggak jauh berbeda ya?" Gumamku.
Perebutan hak waris masih jadi isu hangat di keluarga besarku.
Di mata mereka, aku masihlah babu yang kalo habis bertamu, makan, pasti disuruh cuci piring sendiri.
Sayangnya semua itu sudah terjadi.
Mau benci pun, merekalah yang membangkitkan sisi gelapku yang udah lama tertidur.
Haruskah aku berterimakasih pada mereka dan memunculkan wajahku ini?
Tadinya aku pikir begitu, tapi sepertinya...
Bukankah akan sangat menyenangkan kalo mereka berpikir aku yang dulunya bukan siapa2 ini sudah benar2 mati?
Bukankah itu akan memudahkan mereka karena saingannya jadi makin dikit?
Heh!
Memalsukan kematian ya?
Boleh juga!
Okay...
Ini sangat cocok dengan sisi gelapku.
Kurasa aku harus membiarkan diriku yang satunya mengambil alih huh?
"Perhatikan baik2 mulai sekarang, suamiku! Pertunjukannya segera dimulai. Buka matamu lebar2 dan nikmati saja!" Bisikku.
Kami pesan mobil untuk cari tempat tinggal sementara.
Perjalanannya masih panjang.
Berhubung ada suamiku yang masih terjaga, aku mengandalkannya untuk apapun yang terjadi.
Hoam!
Sekarang aku bisa tidur nyenyak.
"Apa yang sebenarnya dimaksud dia tadi? Pertunjukan? Pertunjukan apa? Ini bukan di sirkus tau!" Batin suamiku.
"Apa ada sesuatu yang direncanakannya? Tapi apa? Kenapa aku sampai sekarang nggak tau?" Batinnya.
"Kau tampak kebingungan. Jadi kamu penasaran ya? Tenang saja. Cepat atau lambat, kamu akan mengetahuinya!" Batinku.
Itu benar.
Suamiku termasuk orang yang sederhana.
Alasan kenapa aku memilihnya ya karna sifat sederhananya itu cocok untukku.
Kami berdua tak suka yang berlebihan.
Dia cenderung nyaman hidup berkecukupan, sedangkan aku memanfaatkan situasi ini untuk menghindari pengawasan keparat2 itu!
"Jadi kita tinggal di hotel ya?" Tanyaku.
"Ya, sayang."
Hotel.
Katanya dia suka yang sederhana dan gak berlebihan.
Kenapa tinggal di sini?
Aku bahkan belum membicarakan rencanaku kepadanya.
Apa dia mencoba membaca pikiranku?
"Kamu seneng kan sayang? Aku ingin kita tinggal di hotel bintang l…
Play To Lose
Kebiasaan Lama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments