Yang ngebuat aku heran tuh...
Jika ini salahnya Miller, kenapa Garcia dan suaminya nggak bangkit dari masalah mereka sendiri?
Bukankah mereka bisa cari cara untuk perbaiki perekonomian keluarganya sendiri?
Tapi masuk akal juga sih...
Aku tak bisa bilang bahwa Miller orang yang baik karena sejak awal, aku dan si gembul itu doang yang tau sifat aslinya.
Hanya saja...
Aku benar2 malas ikut campur masalah mereka.
"SIGH! Kalo kayak gini keadaannya... Sepertinya aku harus susun rencana dengan suamiku? Aku tidak boleh bergerak sembrono!" Batinku.
Aku melirik suamiku.
Dia memberikan sinyal padaku kalo kami berdua harus pulang.
Yeah, dia benar.
Nggak bagus juga lama2 di sini.
Akan sangat merepotkan kalo isi pembicaraan Garcia terus2an menyudutkan Miller.
Bisa2 aku akan diseret ke dalam permainan mereka tau!
"Duh! Mau ujan ya? Kami harus pulang nih! Sayang banget! Padahal kakak ini pengen main sama kamu yang unyu2!" Ucapku.
"Kakak! Kakak!" Ucap si bocil.
"Loh? Kok buru2? Gak mau menetap sebentar di sini?" Tanya Garcia.
"Tuh liat! Ujan. Gw takut deres." Ucapku.
"Kakak pengen pergi?" Tanya si bocil.
"Iya. Kapan2 kakak dateng lagi kok!" Ucapku.
Suamiku menggenggam tanganku.
Aku tau dia ingin cepat2 pergi dari sini.
Liat aja wajahnya yang muak itu!
Aku jadi penasaran apa yang akan dibicarakannya setelah ini!
Pulang jalan kaki pakai payung.
Untungnya mobil kami udah parkir sejauh mungkin!
Dengan begitu, penyamaran bisa berjalan lancar!
Hanya saja...
Tidak bisa selamanya begini.
Suatu saat, aku pasti harus menjelaskan siapa diriku!
"Sayang! Aku nggak suka apapun yang berkaitan dengan cowo itu. Aku harap kamu gak berhubungan dengan mereka!" Ucap suamiku.
"Aku juga berpikir yang sama kayak kamu. Terlibat dengan mereka hanya akan ngebuat kita terjebak di permainan yang mereka buat!" Ucapku.
"Kamu punya rencana?" Tanya dia.
"Belum. Masih banyak yang belum jelas. Aku belum bisa nyusun rencana kalo kayak gini!" Ucapku.
"Baiklah. Tapi kamu gak berniat ke kantornya dia kan?" Tanya suamiku.…
Play To Lose
Bom Waktu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments