"Kita tetap jalan, tapi dua tim! Satu masuk ke dalam, satu jagain dan monitoring sinyal. Naya! Kau tetap di sini jaga sistem! Kalau ada yang janggal, tarik kami keluar!" Perintah Rio.
Hujan belum berhenti.
Kami menyelinap, menyusuri jalur kanal gelap.
Pintu samping dibuka Fara dengan peralatan elektroniknya.
Kami masuk sesuai formasi.
"Clear! Ruang 1 kosong. Kotak2 uang masih tersegel." Ucapku.
"Gw gak suka ini. Terlalu bersih!" Ucap Hanif.
Erik membuka salah satu brankas kecil.
Terdengar bunyi klik pelan.
Lalu terdengar bunyi beep.
Lampu merah pun mulai berkedip.
"Semua keluar! Sekarang!" Teriakku.
Alarm menyala.
Bom menghitung mundur.
Kami kabur secepat yang kami bisa.
Ledakan besar mengguncang gudang.
Erik dan Hanif tertimpa reruntuhan.
Berdarah parah.
Rio dan Fara menyeret Erik keluar.
Hanif sudah pingsan, kaki patah.
Aku menatap bangunan yang terbakar, lalu ku lirik temanku ini.
Sekarang malah ada korban!
Ha!
Inilah kenapa gw males kembali ke dunia yang gelap itu!
Guntur menonton rekaman ledakan lewat drone.
Pria tua duduk tak jauh darinya.
Wajah tenang tapi dingin.
Tak pernah terlihat jelas apakah ia menikmati pertunjukannya atau cuma terhibur doang.
"Mereka terlalu percaya diri." Ucap Guntur.
"Kepercayaan adalah awal kehancuran. Biarkan mereka kabur! Nanti kita berikan mereka pilihan. Menyerah atau lenyap!" Ucap pak tua.
"Tapi sepertinya keparat itu takkan tumbang dalam sekejap. Haruskah aku turun tangan, tuanku?" Tanya Guntur.
"Lakukan saja yang harus kau lakukan. Tak perlu aku beritahu kan?" Tanya pak tua.
Guntur mengangguk patuh.
Saat ini Naya duduk di depan tiga layar komputer.
Jari2nya bergerak cepat.
Ia memeriksa lalu lintas data dari sistem mereka.
Sekarang semuanya makin jelas!
"Tunggu… Ini bukan dari Arman!" Ucap Naya.
Ia memperbesar data log.
Ada koneksi keluar dari jaringan internal.
Dari satu laptop.
Laptop milik Rio.
Aku yang memperhatikan layar justru gak tau harus pasang tampang gimana.
Pengkhianatan adalah hal yang lumrah di dunia ini.
Kalo ak…
Play To Lose
Udah Tau
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments