Aku baru saja selesai panjat tebing.
Kata paman, jika aku berhasil melewati rintangan ini, paman akan selalu berada di sisiku.
Kali ini aku berhasil melakukan apa yang paman inginkan.
Aku kelelahan.
Ini pertama kalinya aku mencoba.
Hasilnya diluar dugaan!
Ternyata aku keren juga loh!
Mungkinkah aku bisa sehebat paman dan kakek?
Paman menyodorkan handuk kecil padaku.
Katanya aku harus bisa menyeka keringatku sendiri dan jadi mandiri.
Aku duduk di pinggir teras.
Begitupun dirinya.
"Ayahmu hidup dalam masa lalu. Tapi kamu... Kamu bisa ciptain masa depan, keponakanku!" Ucap paman.
Entah kenapa api di dalam dadaku meluap.
Panas dan sesak!
Seperti ada aliran di dalam darahku yang memintaku tuk jadi jauh lebih kuat lagi dan lagi!
Aku melamun mendapati reaksi tubuhku.
Meski membingungkan, tapi aku percaya!
Paman akan membimbingku seperti yang ku harapkan!
Tak ada yang tau apa yang dilakukan orang tuaku.
Ah tidak!
Lebih tepatnya aku tak mau tau lagi!
Mulai sekarang, pamanku dan kakekku lah yang akan ku ikuti!
Mereka berdua yang akan jadi orang tuaku, guruku, sekaligus teman baikku!
Di saat yang sama...
Kami membuka loker rahasia Salma.
Senjata lama, pakaian tempur, dan simbol ARAS.
Suamiku menatap cermin.
"Ini akan jadi rumit. Kita harus bertahan dan membawanya kembali bagaimana pun caranya!" Tegas suamiku.
Kami berdua menyusup lewat pintu depan.
Persetan mau ketangkap apa gimana!
Pokoknya harus ketemu anak kami dulu!
Suamiku bertarung di garis depan.
Aku melindungi punggungnya dan menyingkirkan para pengganggu.
Sementara Salma sibuk membawakan senjata2 yang kami butuhkan sambil bertahan di belakang.
"Serang ayah dan ibumu, nak!" Bisik Revano.
Aku tak mengerti.
Anakku yang susah payah ku lahirkan malah menodongkan pistolnya pada kami berdua.
Kekonyolan apa2an ini?
Beginikah anak kurang ajar?
Atau selama ini aku salah mendidiknya?
Jika tau dia bakal membangkang begini, mending aku mengikuti panduan ibuku yang strict parent dan otoriter aja!
Ngapain sok2an jadi ibu yang penyay…
Play To Lose
Ini Pilihanku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments