"Kuncinya!" Perintahku.
Aku mendesak Guntur tuk menyerahkan kunci borgol dan rantai di tubuh suamiku.
Tiap kali aku melihat suamiku sendiri...
Aku jadi teringat diriku yang tak berdaya di masa2 remaja.
Persis seperti suamiku saat ini!
Bedanya, waktu itu aku stress berujung depresi ingin bunuh diri.
Sedangkan dia?
Begitu melihatku, wajahnya langsung sumringah!
Udah kayak ngeliat apa aja!
"Aku tau kamu akan datang menemuiku!" Ucap suamiku.
Ia memelukku erat.
Ini...
Ini pelukan yang ku rindukan akhir2 ini!
Tak ada yang bisa menandingi hangatnya pelukan ayahku dan suamiku!
"Ayo kita pulang!" Bujukku.
"Dimana anak kita? Perutmu... Anak kita selamat kan?" Tanya dia.
"Ya, sayang. Tapi aku belum memberinya nama. Aku menunggu keputusanmu, makanya ayo kita pulang dan temui malaikat kecil kita!" Ucapku.
"Ya!"
Kami pulang dengan penuh sukacita.
Suamiku dah tak sabar bertemu si mungil itu.
Sementara aku tak sabar bermanja dengan suamiku sendiri!
Persetan gengsi!
Pokoknya gw mau ngabisin waktu lebih banyak tuk keluarga gw!
"Loh? Kok aman2 aja?" Tanya Miller.
"Jadi Lo mau kita makan banyak korban gitu?" Tanyaku.
"Itu artinya Lo berhasil ngatasi si pak tua itu dong?" Tanya dia.
"Anggap aja begitu." Ucapku.
Suamiku mencengkram erat lenganku.
Tidak biasanya dia begini.
Apalagi sorot tatapannya begitu sinis ke Miller.
Ah!
Dia tak suka cowo ini di sini ya?
"Kok dia di sini, sayang?" Tanya suamiku.
"Dia ngebantu proses persalinanku. Dia juga yang ngebawa aku ke rumah sakit. Sepertinya kita berutang budi padanya." Ucapku.
Suamiku diam saja.
Dia mengepal tangannya.
Terlihat jelas dia kesal sekaligus merasa bersalah.
Di samping itu, Miller malah malu2 kucing.
Secepat kilat suamiku menggendong bayinya lalu menggandeng lenganku.
Dia terlihat takut bener si Miller akan merebut segalanya darinya.
Tapi tak apa.
Aku akan melindungi suamiku.
"Kurasa suamiku ingin istirahat. Kau bisa pergi, Miller." Ucapku.
Wajahnya agak sedih.
Terserah lah!
Mau bagaimana pun, yang paling terpenting hanyalah kelua…
Play To Lose
Bintang si Mungil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments