"Wajar? Kau bilang ini wajar?" Tanya orang itu.
"Kalian gangster. Meski selera kalian tinggi2, pertarungan selalu ada, bukan?" Tanyaku.
"Memang benar. Tapi kami gak terima saudara kami bonyok begini!" Ucapnya.
"Terus? Kalian mau nuntut ke mereka gitu?" Tanyaku.
"Itulah kenapa kau di sini! Bantu kami jadi lebih kuat dan buat mereka bayar harganya!" Ucap si pemimpin.
Aku tidak mengerti.
Ini bukan yang ku mau.
Tak ada hubungannya antara bantu mereka dengan ngebantu sayangku.
Kenapa aku harus bantu2 gangster ini?
Emang apa untungnya buatku?
Seketika aku merenung cukup lama.
Aku membayangkan wajah istriku.
Betapa bangganya dia memiliki suami berhati besar dan suka nolong orang yang membutuhkan?
Pasti nanti anakku akan bangga punya ayah sepertiku!
"Gw ikut!" Ucapku.
Warung kecil di pinggir gang sempit.
Lampu kuning tergantung di langit2.
Hujan baru reda.
Menyisakan aroma tanah basah dan suara tetesan air dari atap seng.
Namanya Rio.
Dia kenalanku.
Nggak ku sangka dia gabung grub beginian!
Kini, ia duduk sendirian sambil ngerokok.
Aku masuk dan duduk semeja dengannya.
Saat dia ngajak nongkrong...
Sepertinya aku langsung tau apa yang mau dia omongin!
"Kopi hitam dua ya, bu. Yang satu jangan dikasih gula. Orangnya udah cukup pahit hidupnya." Ucapku.
"Heh! Lo suka bercanda ya? Gak cocok ama tampang Lo yang kayak... Abis ngumpetin mayat." Ucapnya.
"Bercanda itu cara gw ngelawan stres. Kadang, ketawa bisa nyelametin gw." Sanggahku.
"Beneran? Kadang, justru orang yang paling banyak ketawa itu yang paling berantakan di dalam!" Tepisnya.
"Bener. Tapi kalau gak bisa bohongin orang, minimal bisa bohongin diri sendiri lah..." Ucapku.
Kami diam sebentar.
Ibu warung menyuguhkan dua cangkir kopi panas, lalu pergi masuk ke dalam.
Asap mengepul dari cangkir.
Udara makin terasa hangat.
"Pantangan! Rokok dilarang keras! Kalo ngopi pas nongki sih oke2 aja. Kalo dah di rumah bareng sayangku dan keluarga mungilku, mana boleh yang beginian! Bisa cepat mati gw! Duh! Gw nggak mau mati cepat karn…
Play To Lose
Teman Lama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments