Seringainya...
Aku suka itu!
"Boleh gak aku minum darah kamu?" Tanya sayangku.
"Darah yang aku siapin di bak mandi masih belom cukup?" Tanyaku.
"Cukup sih... Tapi itu untuk ronde selanjutnya! Sekarang tuh aku cuma mau darah kamu. Gak keberatan kan?" Tanya dia.
Darahku ya?
Sayangku bilang dia mau nya minum langsung darah milikku.
Apa sisi buasnya sudah mulai muncul?
Dia terlihat seperti terobsesi dengan sesuatu!
Pokoknya aku harus memastikannya dengan mata kepalaku sendiri!
Lah loh?
Jadi sisi buasnya itu emang beneran ada ya?
Dia beneran menghisap darah di leherku seolah2 menikmati minumannya!
Aku mengerti jika dia bersikap begini sebab aku pun seorang pembunuh yang suka menyiksa mangsanya.
Hanya saja...
Aku bener2 gak nyangka kalo sayangku tuh gak jauh beda denganku!
"Sayang..." Ucapku.
"Hmm?"
"Kamu suka minum darah begini dari kapan?" Tanyaku.
"Entahlah. Mungkin dari kecil? Aku sama sekali nggak ingat. Yang aku tau, puncaknya saat masa remaja." Ucapnya.
"Tapi kamu bisa kan ngendaliin nya?" Tanyaku.
"Tergantung situasinya. Ada saat di mana aku bisa tahan. Di lain waktu, aku gak bisa." Ucapnya.
"Jadi kamu bertindak semaumu?" Tanyaku.
"Lebih tepatnya instingku. Jika pemicunya ada dan suasananya mendukung, aku akan kehilangan akal lalu bertindak seperti lagi haus darah." Ucapnya.
"Aku tau betul kamu nggak minum alkohol. Apa kamu menggantinya dengan darah segar?" Tanyaku.
"Ya."
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya?" Tanyaku.
"Berendam di kolam darah yang kamu siapkan. Memangnya apa lagi?" Tanya sayangku.
"Ikut!"
Ada2 aja!
Suamiku ini pasti ada aja akalnya untuk terus nempel denganku!
Meski begitu...
Kali ini dia sudah membantuku melewati malam bulan purnama yang menyiksa!
Aku tak perlu susah payah berburu dan mendapatkan darah segarnya.
Bahkan aku pun tak lagi menahan nafsu birahiku!
Toh aku bisa melampiaskannya ke pria yang merupakan suami sah ku ini!
Pagi memancarkan semangat yang baru.
Aku membuka mataku.
Leha2 di kasur.
Oh benar2 weekend yang ku impikan!
Ngomong2…
Play To Lose
Sehidup Semati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments