Ruangan gelap.
Asap rokok menari di udara.
Di layar monitor, video rekaman serangan ke anak buahku.
Aku duduk di balik meja.
Wajahku kusut, mata sembab dan merah seperti belum tidur berhari2.
Ku putar berulang kali rekaman itu.
Setiap tembakan, setiap jeritan ku pelototi.
"Lo pikir Lo bisa mainin gw? Lo pikir ini permainan bocah? Gw juga bisa main kotor lebih dari siapapun!" Batinku.
Ku cabut flashdisk dari laci rahasia, lalu sambung ke laptop.
Tampilan berubah.
Sistem gelap.
Jaringan lama yang pernah dibubarkan.
Login…
Sukses!
Nama kontak muncul.
Guntur.
Akses khusus!
“Aktifkan Protokol G! Target masuk daftar utama!" Perintahku.
Naya duduk di depan beberapa layar monitor.
Wajahnya tegang.
Ada notifikasi masuk.
Dia zoom-in sinyal digital yang baru aktif.
Asalnya dari jalur komunikasi lama yang pernah dinyatakan mati total sejak lima tahun lalu.
"Sial… Ada yang nyalain kembali sistem lama! Kode ini pernah gw lihat dulu. Ini bukan sekadar jaringan gelap. Ini milik pemburu bayangan!" Ucapnya.
"Pemburu? Lo yakin?" Tanyaku.
"Mereka bukan sekadar pembunuh bayaran. Mereka spesialis buat satu hal. Ngilangin orang! Bener2 ngilangin tanpa jejak!" Ucapnya.
"Jadi Hendra ngerasa terpojok? Dia manggil monster? Bagus kalo gitu!" Ucap Rio.
"Makin dia panik, makin dia ceroboh. Malah makin gampang gw buka celahnya!" Lanjutnya.
Aku menyusup dan nyamar sebagai pembeli senjata di pasar gelap.
Suasana bising, penuh orang asing, dan aura bahaya terasa di udara.
Lampu remang, senjata diperdagangkan di meja kayu.
Memang koleksinya bagus2 semua, tapi bukan ini tujuan gw kemari!
Seorang pria berjaket kulit dengan luka bekas jahitan di pipi kanan.
Rasanya seperti kenal orang ini?
Ku dekati ia pelan2.
Saat pria itu menoleh, waktu seperti berhenti.
Itu Yuda, partnerku dulu di masa lalu yang ku yakini sudah tewas dalam misi terakhir.
"Gw pikir Lo udah jadi abu. Tapi Lo masih nyebelin aja!" Ucap Yuda.
"Sayangnya, kematian belum nyampe giliran gw. Tapi bisa jadi giliran Lo duluan malam ini?" Tanyak…
Play To Lose
Tersangka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments