Rasanya Acha ingin menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Sejak kejadian kemarin, Acha sama sekali tidak bersemangat. Ingin sekali ia memutar waktu. Kalau bisa, ia juga ingin memberikan penjelasan pada Al. Tetapi, memangnya mereka punya hubungan spesial? Lagi-lagi, Acha tertampar mendengar kalimat Al kemarin.
Seharian ini, Acha memasang mimik wajah seolah-olah sudah bosan hidup. Ditanya pun hanya menjawab singkat atau bahkan hanya isyarat berupa gerakan kepala. Jangankan mengobrol, mengeluarkan sepatah dua kata saja membuat Acha berat untuk dilakukan. Otaknya masih memikirkan kejadian kemarin. Sedikit menyesal karena mengiyakan suruhan Serra, tetapi tidak mungkin Acha menyalahkan Serra. Ia tahu Serra hanya melakukan yang baik untuknya.
"Lo kenapa lagi? Masih kepikiran?" tanya Serra yang heran melihat sahabatnya terasa lesu dari pagi. Ia menyodorkan susu pisang pada Acha yang ia beli waktu istirahat tadi. "Noh, minum! Biar semangat!"
Acha menggeleng tanda menolak pemberian Serra. Ia duduk di kursi tunggu dengan lemas. Matanya menatap jari-jarinya sambil melamun. "Kalian tahu nggak, kemarin gue ketemu Al."
Maya langsung menyengir. "Serius? Ih, bagus dong! Te—" Maya langsung menghentikan kalimatnya ketika menyadari sesuatu. "Ketemu ... Andre, dong?"
Acha mengangguk pelan kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Maya. Saking benarnya tebakan Maya, Acha sampai tidak bisa berkata-kata. Al pasti mengira Acha adalah gadis murahan yang mudah menghabiskan waktu dengan laki-laki lain di saat sedang menyukai laki-laki.
"Gagal udah deketin Al!" seru Acha sambil meraung tidak jelas. "Al ngelihat gue lagi bercanda sama Andre!"
"Eh, tapi gue penasaran." Serra mengguncang tubuh Acha agar gadis itu memperbaiki posisinya. Serra tidak menggubris rengekan Acha. "Waktu lo ketemu Al, ekspresi Al gimana?"
Maya langsung melotot. Ia sangat penasaran sekaligus menggebu-gebu. "Nah, iya juga! Al marah? Sinis? Judes? Atau biasa aja?"
Acha terdiam sebentar—tampak mengingat-ingat kejadian kem…
Korban Virtual Check!
Bete
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments