Setelah turun dari mobil, Acha menarik lalu mengembuskan napas beberapa kali. Bagi Acha, hari ini adalah hari penentuan antara hidup dan matinya. Ah, terdengar lebay tetapi jika Al menolaknya, berarti Acha akan mati. Tentunya bukan mati yang sebenarnya, kata 'mati' menunjukkan arti tersirat.
Acha merapikan rambut dan pakaiannya sebelum menekan bel. Di tangannya sendiri terdapat sebuah kantong berisi lauk ayam yang dimasak dengan bumbu kecap. Sengaja Acha memasak lauk tersebut agar semakin memberikan kesan baik pada Al. Barangkali saja Al semakin menyukainya karena ia pandai memasak. Acha terkikik memikirkannya.
"Eh, ini mantunya Bunda ya?"
Acha terlonjak kaget lalu menoleh ke belakang. Ada Marlina yang baru saja pulang dari pasar. Terlihat dari beberapa kantong plastik berisi sayur-mayur di genggamannya.
"Tanteee!" pekik Acha senang. Ia menempelkan pipinya dengan Marlina sesuai ala-ala ibu-ibu ketika menyapa. "Wah, belanja apa aja nih, Tan?"
Marlina terkekeh. "Cuman sayur aja! Eh, kamu mau ketemu Al ya?"
"Sama ketemu Tante cantik nih," tambah Acha sembari mengedipkan sebelah matanya—membuat Marlina tidak kuasa menahan rasa geli.
Lalu, Marlina segera mengajak Acha memasuki rumahnya. Mereka berjalan menuju dapur untuk menaruh makanan yang Marlina beli dan Acha bawa. Karena hari masih pagi, Al masih berada di dalam kamar—tentu saja tertidur pulas.
"Kamu bisa bangunin Al?" tanya Marlina tiba-tiba.
Acha langsung gelagapan. Apa ia tidak salah dengar? "Eh? B-bisa kok."
Marlina tersenyum mendengarnya. Ia melakukan ini bukan agar memancing anaknya melakukan dosa, tetapi justru ia percaya Acha bukan gadis yang memanfaatkan kesempatan. Selain itu, ini bisa menjadi ajang latihan Acha membanguni Al ketika mereka menikah nanti.
Setelah Marlina menunjukkan arah kamar Al, Acha mulai berjalan pelan. Tidak disangka Marlina memberikan lampu hijau padanya. Bukankah harapan Acha pada Al semakin besar?
Tok! Tok! Tok! Acha mengetuk pintu kamar Al sembari memanggil nama laki-laki itu. Sete…
Korban Virtual Check!
The Answer
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments