Siang ini, kegiatan Al tidak banyak. Karena tanggal merah, maka sekolah pun diliburkan. Ia hanya duduk di ruang keluarga dengan tangan yang memegang sereal. Harusnya sereal ini menjadi sarapan, tetapi karena Al terlambat bangun, sereal ini ia jadikan sebagai kudapan sebelum makan siang. Di depannya sendiri terdapat televisi yang menampilkan kartun anak-anak. Tidak ada tontonan lain yang menarik selain kartun. Al tidak menyukai berita ataupun sinetron.
Tiba-tiba, bel rumahnya berbunyi. Lantas Al beranjak keluar rumah untuk mencari tahu siapa yang bertamu. Ada seorang laki-laki yang berdiri membelakangi pagar. Dari belakang tubuhnya, Al sudah bisa menerka siapa dia.
"Hei!" sapa Al sambil tersenyum tipis. Ia membuka pagar kemudian mempersilakan Bagas berjalan menuju ruang tamu. Mereka berjalan beriringan.
Wajah Bagas terlihat tidak bersahabat. "Nyokap lo mana?" tanyanya dengan nada jutek.
Al mengerutkan keningnya. "Lagi pergi. Ke—"
BUKKK! Belum sempat Al menyelesaikan omongannya, Bagas lebih dulu memukul wajah Al. Al pun terjatuh karena tidak siap menerima pukulan sahabatnya. Dengan emosi, Bagas memaksa Al untuk kembali berdiri. Ia bersiap memberikan pukulan lagi.
"Gue tahu, lo suka Acha kan?" Tangan Bagas mengepal keras.
Al meraba sudut bibirnya yang terasa perih. Ada sedikit darah di jarinya. "Nggak usah sok tahu!"
"Hubungan gue sama lo bukan dari kemarin, Al. Gue tahu lo. Gue lihat lo kelihatan nyaman sama Acha akhir-akhir ini. Sementara sama cewek lain? Lo judes luar biasa!" Bagas menatap Al dengan tajam. "Apa itu kalau bukan suka? Apa lo nganggep Acha temen doang? Kalau iya, lo kurang ajar!"
Tidak terima disebut seperti itu, Al langsung membalas Bagas dengan pukulan di wajahnya. "Bagian mana gue yang kurang ajar?!"
Bagas tersungkur. Ia terduduk dengan mata yang masih menunjukkan amarah. "Lo udah tahu cewek itu suka sama lo, tapi lo malah ngasih harapan! Kalau nggak suka, lo harusnya ngejauhin dia kayak lo ngejauhin cewek lain!"
"Gue udah jauhin, tapi lo tahu sendi…
Korban Virtual Check!
Trauma
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments