Rasanya Al ingin menonjok muka Bagas kuat-kuat. Dua jam yang lalu, Bagas menelepon Al dan memintanya untuk bertemu di kafe. Katanya, laki-laki itu butuh teman sementara teman-teman lainnya sedang berhalangan. Mumpung Al sedang baik hati, ia rela berkendara menggunakan motor di cuaca yang terik dan panas ini.
Ia kira ia bisa menghabiskan waktu bersama Bagas sembari membahas obrolannya dengan Acha tempo hari. Tetapi, sepetinya otak Bagas sedang ketinggalan di rumah. Sahabatnya itu justru menelepon gebetannya dan mengajaknya ke kafe.
Kini, Al bersama dua orang yang sedang pedekate berada dalam satu meja. Al tidak masalah sampai akhirnya Bagas dan Maya saling bermesraan. Tahu begini, laki-laki itu tidak perlu menjawab telepon Bagas sehingga sekarang ia berada di kasur. Bukan apa-apa, tetapi untuk apa Al diundang jika hanya menonton orang pedekate?
"Eh, b*go! Minuman gue tuh!" protes Bagas yang melihat Al menyedot minumannya. Segera ia merebut kembali minumannya. "Buset, sedotannya bekas lo. Kurang ajar banget."
Al tampak santai dan merasa tidak bersalah. Wajah Bagas tampak mengesalkan ketika memberikan gombalan pada Maya. Sehingga tanpa sadar, Al mengerjai Bagas dengan meminum minuman miliknya. Al tahu, Bagas sangat tidak suka bila ada orang lain meminum atau memakan miliknya. Rasanya puas mengerjai orang yang sudah mengerjainya.
"Sana, minta baru! Alay banget!" dengus Al.
Dengan dongkol, Bagas beranjak berdiri lalu berjalan menuju kasir. Sementara Al memperhatikan Maya yang tertawa melihat tingkah Bagas.
"May, kabar Acha baik nggak?" tanya Al dengan suara pelan. Sejujurnya, Maya sempat mengomelinya karena membuat Acha menangis. Karena itu Al jadi tidak enak tiap kali mengobrol dengannya.
"Kalau penasaran, tanya sama orangnya langsung aja, Al," jawab Maya senyam-senyum. Ia menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan room chat Maya dengan Acha. Jari Maya hampir menyentuh tombol telepon yang membuat Al menghentikannya. "Kenapa? Gengsi?"
Al mengacak-acak rambutnya. "Ehm,…
Korban Virtual Check!
Fix Your Past
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments