Al mengekori Bagas sejak mereka keluar dari kelas hingga di parkiran. Al tampak ingin mengatakan sesuatu tetapi lidahnya terasa kelu. Hari ini, ia harus pergi ke SMA Nusa Bangsa untuk bertemu Aya dan menyelesaikan semua masalah mereka. Tetapi ia bingung harus bagaimana mengutarakannya pada Bagas. Untuk pertama kalinya, ia memberanikan diri mengobrol dengan Aya lagi. Sewaktu Aya datang ke sekolahnya, ia meliriknya saja tidak. Ya, sedikit terlambat tetapi lebih baik daripada tidak sama sekali.
Bagas langsung menatap Al dengan heran. Padahal ia sudah menyalakan mesin motor tetapi Al masih mengekorinya seperti anak ayam yang kehilangan induk.
"Kenapa?" tanya Bagas.
"Lo mau jemput Maya di Nusa Bangsa, 'kan? Gue ikut," ujar Al dengan suara pelan.
Bagas menghela napas. "Al, gue lagi nggak mau berantem sama lo lagi."
"Lah, kenapa?" tanya Al heran.
Bagas menatap Al seolah tidak percaya. Antara Al yang kelewat lemot atau Al dan Acha sudah baikan. "Otak lo di mana sih? Jangan ke sekolah Acha dulu, napa? Hargain dia yang lagi move on dong!"
"Gue ada urusan sama Aya," jelas Al final.
Kalimat itu berhasil menghentikan Bagas yang hendak menjalankan motornya.
***
Motor Al dan Bagas berhenti di parkiran SMA Nusa Bangsa. Keduanya berjalan beriringan menuju lobi. Al memegang ponselnya untuk memberitahukan posisinya pada Aya. Lalu, ketika ia mendongak, dugaannya benar. Ia bertemu Acha. Sesuai perintah Bagas, Al memundurkan langkahnya untuk mengindari gadis itu. Tetapi Acha keburu mendekat dan menarik tangannya keluar dari lobi.
Al membiarkan tangannya ditarik keluar dari lobi. Kini, mereka berada di antara depan lobi dan parkiran. Laki-laki itu langsung menatap Acha dengan pandangan merasa bersalah. Mumpung mereka bertemu, Al hendak kembali meminta maaf, tetapi ucapan Acha menghentikannya untuk bersuara.
"Gue tahu lo nggak suka gue. Tapi, bisa nggak hargain perasaan gue dulu?" Acha menghempaskan tangan Al yang tadi ia pegang.
Al menganga sebentar. "Hah? Tu—"
"Ihhh, pergi, pergi!" Belum…
Korban Virtual Check!
Too Late
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments