Serra menguap lebar setelah episode anime-nya mencapai episode terakhir. Dua hari ini, ia rela bergadang untuk menyelesaikan anime yang menurutnya cocok mendapat penghargaan karena berhasil membuatnya tertawa sekaligus menangis. Serra menyimpan ponselnya ke dalam saku. Ia sengaja menyimpan episode terakhir untuk hiburannya nanti malam. Matanya tertuju pada Acha yang fokus menulis.
"Kalian kudu nonton anime deh. Percaya sama gue, bagus sumpah. Waktu itu Acha pernah nonton sama gue, bagus kan?" Serra menyenggol bahu Acha menggunakan bahunya. Kebetulan mereka duduk bersampingan sementara Maya di depannya.
"Lumayan," jawab Acha. Matanya masih fokus pada buku tulis yang berisi tulisan-tulisannya. Akhir-akhir ini, Acha lebih rajin memperhatikan guru. Tentunya lebih pendiam pula.
Serra menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Sebenarnya ia cukup geram melihat Acha yang seperti tidak ada semangat hidup. Tetapi ia mencoba maklum, mengingat Acha masih berada dalam bayang-bayang Al. Serra tahu, proses move on tidak secepat itu. Apalagi ketika Acha memiliki banyak harapan pada Al.
Maya mencoba mengganti topik. Ia berdeham pelan. "Bentar lagi UAS nih. Kamu udah siap nggak, Cha?"
"Lumayan," jawab Acha dengan singkat lagi.
"Lo udah baikan, nggak? Maksud gue, lebih ikhlas atau apa gitu?" Giliran Serra yang kembali bertanya.
Lagi-lagi jawaban Acha sama. "Lumayan."
Serra dan Maya saling memandang. Sudah cukup lama mereka menyadari ada sesuatu yang berbeda dari Acha. Hampir sebulan Acha berubah menjadi gadis yang pemurung dan tidak banyak bicara. Teman-temannya sendiri sudah menyerah untuk mencari cara menghibur gadis itu. Lagi pula, orang yang patah hati sepertinya memang perlu waktu menyendiri.
Tiba-tiba, Billy—ketua kelas mereka—berdiri di depan papan tulis dan menjadi pusat perhatian. Beberapa teman sekelas Acha menghentikan aktivitasnya sejenak. Mereka mulai menunggu Billy membuka suara.
"Guys, perhatiannya dong!" Billy menepuk-nepuk tangannya untuk mendapatkan atensi teman-te…
Korban Virtual Check!
Something Different
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 34 Episodes
Comments