Kaizer dan jantung Elysium

Suara tepuk tangan Kaizer menggema pelan di seluruh ruang inti.

Tenang.

Santai.

Namun justru itulah yang membuat suasana semakin menegangkan.

Cahaya biru dari pohon logam raksasa di tengah ruangan memantul di wajahnya, menciptakan bayangan tajam di matanya.

Kaizer berjalan perlahan memasuki pusat inti Zenith.

Seolah tempat itu miliknya.

Padahal bahkan sistem lama Zenith tadi sempat menolaknya.

Di belakangnya, beberapa pasukan Fenrir masuk dengan langkah teratur. Armor hitam mereka memantulkan cahaya biru Elysium seperti bayangan mesin perang.

Darius ikut masuk paling akhir.

Tatapan mata mekaniknya langsung tertuju pada Alya.

“Sinkronisasi meningkat drastis,” katanya datar.

Kaizer tersenyum tipis.

“Aku bisa melihatnya.”

Alya berdiri perlahan.

Dadanya masih terasa sesak setelah melihat memori ayahnya.

Tangannya gemetar kecil.

Namun kali ini—

bukan karena takut.

Melainkan marah.

“Kau membohongiku…” katanya lirih.

Kaizer memiringkan kepala sedikit.

“Aku?”

“Kau membuat semuanya terdengar seperti Ayah memanfaatkanku.”

“Bukankah memang begitu?”

“Tidak!”

Suara Alya menggema di seluruh ruangan.

Cahaya biru di sekitar langsung berdenyut lebih terang.

Reno langsung menyadari perubahan itu.

“Alya, tenang.”

Namun Alya tidak bisa tenang.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai—

ia mulai memahami sesuatu.

Ayahnya memang menyembunyikan kebenaran.

Namun bukan karena ambisi.

Melainkan karena ingin melindunginya.

Dan Kaizer…

Kaizer menggunakan rasa takutnya sejak awal.

“Kau sengaja membuatku membenci diriku sendiri,” kata Alya tajam.

Kaizer terdiam beberapa detik.

Lalu tersenyum kecil.

“Aku hanya menunjukkan kenyataan.”

“Tidak. Kau hanya memilih bagian yang ingin kau tunjukkan.”

Hening.

Darius melirik Kaizer samar.

Seolah ia sendiri tidak menyangka Alya akan menjawab seperti itu.

Kaizer berjalan semakin dekat ke pusat ruangan.

Tatapannya kini berpindah ke inti kristal Elysium.

Cahaya biru dari kristal itu memantul di mata abu-abunya.

“Alya,” katanya pelan.

“Menurutmu kenapa duni…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!