Tiga hari telah berlalu sejak runtuhnya inti Elysium.
Tiga hari sejak cahaya biru yang selama puluhan tahun menjadi rahasia terbesar Zenith menghilang.
Tiga hari sejak Arman pergi.
Dan tiga hari sejak Alya akhirnya mendapatkan kembali keheningan di dalam pikirannya.
Namun anehnya, keheningan itu terasa asing.
Sangat asing.
Selama beberapa minggu terakhir, hidupnya dipenuhi suara sistem, data, peringatan, dan emosi yang bukan miliknya.
Kini semuanya lenyap.
Tidak ada bisikan.
Tidak ada sinkronisasi.
Tidak ada notifikasi yang tiba-tiba muncul di kepalanya.
Hanya dirinya sendiri.
Dan ternyata...
ia membutuhkan waktu untuk terbiasa.
Alya berdiri di depan jendela kamar sementara yang diberikan Zenith.
Matahari sore menyinari halaman akademi yang perlahan kembali normal.
Beberapa bangunan masih diperbaiki.
Drone konstruksi terbang hilir mudik.
Area yang rusak akibat insiden ruang inti masih ditutup.
Namun kehidupan perlahan bergerak lagi.
Seolah dunia tidak pernah berhenti.
Tok.
Tok.
Ketukan terdengar di pintu.
"Masuk."
Pintu terbuka.
Hana muncul sambil membawa dua gelas minuman dingin.
"Aku datang membawa obat depresi."
Alya berkedip.
"Itu jus jeruk."
"Tepat."
Hana menyerahkan satu gelas.
"Lihat? Efektif."
Alya tertawa kecil.
Mungkin untuk pertama kalinya dalam beberapa hari.
Hana langsung menunjuk.
"Itu."
"Apa?"
"Itu suara yang sudah lama tidak kudengar."
Alya mengangkat alis.
"Aku tertawa."
"Tepat."
Hana duduk di kursi dekat jendela.
"Kau seharusnya lebih sering melakukannya."
Alya menatap keluar lagi.
"Aku sedang mencoba."
Dan itu memang benar.
Ia sedang mencoba.
Mencoba menerima semuanya.
Mencoba menerima bahwa Elysium sudah tidak ada.
Bahwa ayahnya benar-benar pergi.
Bahwa hidup harus terus berjalan.
Namun beberapa luka tidak sembuh hanya dalam tiga hari.
Hana menatapnya beberapa saat.
Lalu bertanya pelan:
"Kau merindukan mereka?"
Alya tidak perlu bertanya siapa yang dimaksud.
"Ya."
Jawabannya keluar hampir tanpa berpikir.
"Setiap saat."
Hana mengangguk.
"Aku juga."…
Masa Depan Menantimu
setelah badai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments