WARNING.
CORE SYNCHRONIZATION: 93%.
WARNING.
CRITICAL FAILURE IMMINENT.
Suara alarm bergema tanpa henti di seluruh ruang inti Zenith.
Lampu-lampu berkedip liar.
Retakan di inti kristal semakin besar.
Setiap detik yang berlalu membuat cahaya biru yang keluar semakin tidak stabil.
Seluruh ruangan terasa seperti berada di ambang kehancuran.
Dan di tengah semuanya—
kata-kata Elysium masih menggantung di udara.
> Aku bisa menghentikannya.
> Dengan pergi.
Hening menyelimuti ruangan.
Tidak ada yang langsung berbicara.
Karena semua orang memahami arti sebenarnya.
Bukan pergi ke tempat lain.
Bukan menghilang sementara.
Melainkan lenyap.
Selamanya.
Alya menatap makhluk bercahaya itu.
Dadanya terasa sesak.
Aneh.
Sangat aneh.
Karena baru mengenalnya.
Baru berbicara dengannya.
Namun kini ia merasa akan kehilangan seseorang yang penting.
“Tidak.”
Suara Alya pelan.
Namun tegas.
“Aku tidak mau.”
Makhluk itu menatapnya lembut.
> Mengapa?
“Karena selama ini semua orang terus berkorban.”
Air mata mulai memenuhi mata Alya.
“Ayahku.”
Tatapannya beralih ke Arman.
“Reno.”
Lalu kepada pemuda itu.
“Dan sekarang kau.”
Ia menggeleng pelan.
“Aku lelah kehilangan orang.”
Ruangan kembali sunyi.
Arman memejamkan mata.
Sedangkan Reno hanya berdiri diam.
Namun rahangnya menegang.
Karena ia memahami perasaan itu lebih baik daripada siapa pun.
Elysium tersenyum kecil.
> Alya.
> Hidup tidak selalu memberi kita pilihan yang menyenangkan.
Kalimat itu mengingatkannya pada percakapan mereka sebelumnya.
Namun kali ini jauh lebih menyakitkan.
“Aku akan mencari cara lain.”
> Tidak ada.
“Pasti ada!”
Energi biru di sekitar tubuh Alya berdenyut lebih kuat.
Namun Elysium hanya menggeleng perlahan.
> Jika aku tetap ada.
> Inti akan runtuh.
> Zenith akan hancur.
> Ribuan orang akan mati.
Air mata Alya akhirnya jatuh.
Karena jauh di dalam dirinya—
ia tahu itu benar.
Arman melangkah maju.
Sosok data neuralnya tampak semakin tidak stabil.
Garis-garis cahaya mulai muncul di tubuhnya.
Seperti gangguan pada hologram.
“E…
Masa Depan Menantimu
selamat tinggal, Elysium
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments