Suasana di ruang inti Zenith berubah dalam sekejap.
Jika sebelumnya semua perhatian tertuju pada Elysium yang telah bangkit, kini mata semua orang terfokus pada benda hitam kecil di tangan Adrian.
Perangkat itu tidak lebih besar dari telapak tangan.
Bentuknya sederhana.
Tanpa layar.
Tanpa tombol yang terlihat.
Namun reaksi Arman membuat udara terasa jauh lebih berat.
“Semua orang mundur.”
Suaranya terdengar tegas.
Tajam.
Bahkan Reno langsung bergerak refleks.
Hana menelan ludah.
“Aku tidak suka saat orang pintar mulai panik.”
Adrian menatap perangkat itu sebentar.
Lalu tersenyum kecil.
“Menarik.”
Tatapannya beralih ke Arman.
“Bahkan setelah semua ini, kau masih mengenalinya.”
Arman terlihat muram.
“Tentu saja.”
“Aku yang membantu merancang prototipe awalnya.”
Hening.
Mata Alya membesar.
“Apa itu?”
Tidak ada yang langsung menjawab.
Sampai akhirnya Kaizer berbicara.
“Null Core.”
Tubuh Reno langsung menegang.
Darius juga.
Bahkan beberapa anggota Fenrir saling melirik.
“Apa itu Null Core?” tanya Hana cepat.
Kaizer menatap perangkat di tangan Adrian.
Untuk pertama kalinya, ekspresinya terlihat serius.
“Senjata terakhir Zenith.”
“Senjata?”
“Perangkat yang dirancang untuk menghancurkan jaringan neural dalam skala besar.”
Jantung Alya berdetak keras.
“Menghancurkan?”
Arman mengangguk pelan.
“Termasuk Elysium.”
Ruangan langsung sunyi.
Semua menatap Adrian.
Namun direktur Zenith itu tidak terlihat bersalah sedikit pun.
Ia justru tampak tenang.
Terlalu tenang.
“Jika Elysium bangkit sepenuhnya,” kata Adrian pelan, “maka risiko terhadap dunia terlalu besar.”
“Jangan bohong.”
Suara Kaizer terdengar dingin.
Adrian menoleh.
Tatapan kedua pria itu bertemu.
Dua orang yang selama ini tampak berada di sisi berbeda.
Namun kini ada sesuatu yang aneh.
Seperti mereka mengetahui lebih banyak daripada yang orang lain pahami.
“Kau tidak pernah peduli pada dunia,” lanjut Kaizer.
Senyum Adrian perlahan menghilang.
“Dan kau tidak pernah berhenti menghakimiku.”
“Karena aku mengenalmu.”
Hening.
Al…
Masa Depan Menantimu
wajah asli direktur
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments