bayangan yang kembali

Cahaya putih masih memenuhi ruang inti Zenith.

Semua orang berhenti bergerak.

Bahkan pertarungan antara Reno dan pasukan Fenrir terhenti sesaat.

Mata mereka tertuju pada sosok yang berdiri di depan inti kristal Elysium.

Pria itu mengenakan jas laboratorium putih yang tampak kuno.

Rambut hitamnya sedikit berantakan.

Dan wajahnya...

Wajah yang sama seperti dalam rekaman.

Wajah yang sama yang selama bertahun-tahun hanya hidup dalam kenangan Alya.

Arman.

“Ayah...”

Suara Alya hampir tidak terdengar.

Air matanya langsung mengalir.

Tubuhnya bergerak tanpa sadar.

Selangkah.

Dua langkah.

Lalu berlari.

“Ayah!”

Namun sebelum ia mencapai sosok itu—

Reno langsung bergerak.

“Alya, tunggu!”

Alya berhenti beberapa meter dari sosok tersebut.

Karena sesuatu terasa aneh.

Sangat aneh.

Pria itu memang terlihat seperti Arman.

Namun matanya...

Matanya bercahaya biru.

Terlalu terang.

Terlalu tidak manusiawi.

Sosok itu perlahan menoleh.

Tatapannya jatuh pada Alya.

Lalu...

Ia tersenyum.

Senyum hangat yang membuat hati Alya terasa hancur.

Karena senyum itu persis seperti yang ada dalam ingatannya.

“Halo, Alya.”

Tubuh Alya gemetar.

“Ayah...?”

Sosok itu mengangguk pelan.

“Sudah lama sekali.”

Hana menatap dengan mulut terbuka.

“Aku bahkan tidak tahu harus panik yang mana dulu.”

Darius terlihat waspada.

Sementara Kaizer...

Kaizer hanya diam.

Tatapannya tidak lepas dari sosok Arman.

Ada sesuatu yang aneh di matanya.

Kemarahan.

Kerinduan.

Dan penyesalan.

Bercampur menjadi satu.

“Jadi akhirnya kau muncul,” kata Kaizer pelan.

Sosok Arman menoleh.

“Aku tidak pernah benar-benar pergi.”

Hening.

Reno berdiri beberapa langkah di depan Alya.

Melindunginya.

Namun matanya sendiri sulit menyembunyikan keterkejutannya.

“Ini bukan manusia.”

Semua menoleh padanya.

Reno menatap sosok Arman tajam.

“Ini data neural.”

Ruangan kembali sunyi.

Alya perlahan membeku.

“Apa?”

Sosok Arman tersenyum tipis.

“Seperti biasa, kau cepat memahami sesuatu, Reno.”

Hati Alya langsung terasa berat.

“Data... neural?”

“Ya.”

Suara Arman…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!