Aku berhenti berlari ketika dirasa sudah cukup jauh dari sekumpulan musang itu, aku mengatur nafasku sesekali membenarkan pakaianku yang terkena angin saat berlari.
Bila biasanya aku hanya memakai pakaian sederhana yang ringan dan mudah diatur, kali ini aku harus benar-benar berusaha keras merapihkannya sebelum kembali ke rombongan nona Huang.
"Aduh rambutku acak-acakkan," gumamku sambil merapihkan rambutku dan teringat kembali pada seorang pria yang membantuku menembak anak panah.
Siapa sebenarnya pria itu? Namun dari tinggi dan postur tubuh serta perawakannya, aku seperti pernah melihatnya.
Tapi kapan dan dimana ya? Aku bergumam sendiri.
Karena tidak mau ambil pusing, aku tidak lagi memikirkannya. Aku segera mengambil barang-barang belanjaanku dan juga boneka hadiah dari permainan panah, lalu berjalan kembali menuju tempat dimana nona Huang sudah menungguku.
...***...
"Nona muda, itu nona Qiuye." tunjuk Bibi Lan ketika melihatku menghampiri.
"Bibi, Nona."
"Qiuye, kau darimana saja? Kenapa penampilanmu berantakan sekali?" tanya Nona Huang menatapiku.
"Hamba dari sana Nona, ini untuk Nona." Aku memberikan beberapa kudapan manis yang ku beli di pedagang tadi.
"Ini untukku?" tanya Nona Huang merasa terharu.
"Ya, hamba dengar dari Bibi Lan kalau anda suka sekali sama kue osmanthus ini. Jadi hamba belikan satu kotak penuh untuk anda dan anda tidak perlu berdesak-desakan kesana," jawabku bangga.
"Terima kasih ya Qiuye," balas nona Huang senang. "Kau beli boneka juga?" tanyanya kemudian.
"Oh boneka ini hamba dapat dari permainan panahan," jawabku menunjukkan.
"Kau main panahan? Memangnya kau bisa memanah?" tanyanya ragu.
"Tentu saja, boneka ini buktinya."
"Baiklah, Qiuye ku memang hebat. Sini duduklah, mari kita makan dulu sebelum pulang."
"Baik Nona," jawabku patuh.
Setengah hari telah berlalu, setelah menyelesaikan makan siang. Aku dan rombongan nona Huang kembali ke kediaman. Lalu selama diperjalanan pulang, aku menceritakan kembali semua pengalamanku di pesta rakyat.
…
Balas Dendam Sang Putri Buangan
Bab 22. Menahan serangan.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 123 Episodes
Comments