Keesokan paginya.
Pagi itu aku menemui Guan Yu sambil mengantarkan teh hangat untuknya, melihat pria itu masih belum bangun aku memutuskan untuk menunggunya di depan.
Namun belum sempat aku pergi, Guan Yu terbangun dari tidurnya, mungkin karena mencium aroma teh yang baru saja ku letakan di dekatnya. "Apa itu kau?"
"Ya ini hamba, Tuan." Aku tidak jadi undur diri, lalu mendekat untuk mengulurkan teh kepadanya.
"Hmm... Terima kasih. Kenapa pagi-pagi sudah kesini?"
"Memangnya tidak boleh?"
"Ya boleh saja, tapi bukankah kau akan kembali ke istana. Kenapa belum berkemas?"
"Hamba akan berkemas setelah selesai melayani anda pagi ini," balasku. "Jadi katakan saja Tuan, apa yang anda butuhkan saat ini. Selama hamba masih ada disini, hamba akan siap melayani."
Guan Yu mengangguk, tiba-tiba saja terlintas keinginan liar dari dalam hatinya. "Baiklah, karena kau yang meminta, maka aku tidak akan sungkan lagi. Kalau begitu segera siapkan air mandi untukku dan kau harus menemaniku selama aku membersihkan diri!"
"Apa! Menemani anda mandi?"
"Kenapa terkejut begitu? Bukankah tadi ada yang berkata ingin membantuku dan melayaniku pagi ini sebelum kembali ke istana, apalagi yang ku butuhkan selain mandi dan sarapan dipagi hari yang indah ini."
"Pagi yang indah," aku celingukan memutar pandanganku pada seluruh ruangan kamarnya. "Biasa saja, apanya yang indah? Lagipula bukankah dia belum bisa melihat?" batinku bertanya-tanya.
Tidak bisa menolak, akhirnya aku menuruti keinginannya itu. "Baiklah hamba akan menemani anda mandi hingga selesai, tapi hamba akan menunggu anda dibalik tirai."
"Hmm.. Itu, tidak masalah," balas Guan Yu senang.
...***...
Aku menuntunnya masuk ke dalam kamar mandi, dan segera memalingkan wajahku saat ia mulai melepas pakaiannya.
Tangannya terulur kearahku, menyerahkan pakaiannya padaku yang berdiri jauh darinya. Lalu kembali meminta aku untuk mendekat dan menuntunnya saat ingin masuk ke dalam kolam.
Aku menurut, menuntun masuk dan membantunya duduk didalam sana. Sese…
Balas Dendam Sang Putri Buangan
Bab 103. Tamparan keras.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 123 Episodes
Comments
Joan
wah gk sabar ni liat mereka betemu dan adu kekuatan
2026-08-25
0