Karena mencoba pakaian yang diberikan oleh Xin dan terlalu lama memamerkannya pada semua orang di dalam kediaman ini, aku jadi terlambat membawa makan siang untuk tuanku.
Aku berjalan sedikit berlari membawa makan siang tersebut ke dalam ruangannya, karena teringat akan penuturan Xin, dimana sang tuan muda paling tidak suka menunggu apapun terlalu lama.
Kau pasti akan dihukum lagi.
Entah sedang menakuti atau memang kenyataannya akan terjadi seperti itu, namun ucapan Xin mampu membuatku berdebar hebat karena takut.
Setibanya aku di tempat tujuan, aku mencoba mengatur nafasku terlebih dahulu untuk meredam rasa takutku saat berhadapan dengannya. "Tuan, makan siang anda telah siap," ucapku dari depan pintu.
"Masuk!" sahutnya dari dalam.
Aku lalu masuk dan melihat ia tengah duduk sambil membaca buku dan enggan menoleh padaku.
"Kenapa terlambat? Apa Xin tidak memberitahumu kalau aku paling tidak suka menunggu apapun terlalu lama?" ucap Guan Yu dingin.
"M-maaf Tuan, Xin sudah memberitahu hamba."
"Lalu katakan, apa yang membuatmu terlambat datang kesini?" tanyanya kemudian tanpa menoleh dari buku-bukunya.
Aku menghirup nafas panjangku terlebih dahulu untuk menyiapkan mental, sambil tertunduk merendah lalu menjawab pertanyaan itu. "Maaf Tuan, hamba terlambat karena memakai pakaian yang baru saja diberikan oleh Xin."
Mendengar jawaban tersebut, Guan Yu menoleh lalu menatapi penampilanku yang masih menunduk padanya. "Seberapa lama memakai pakaian sampai mengabaikan waktu seseorang?"
"Maaf Tuan," jawabku merasa bersalah dan tidak berani mengatakan alasan yang sebenarnya kalau tadi aku sempat memamerkan pakaian ini terlebih dahulu kepada semua orang sehingga lupa pada jam makan siangnya.
Guan Yu menghela nafas panjang, lalu menyingkirkan semua bukunya agar aku bisa menaruh makan siangnya diatas meja.
"Baiklah, kali ini aku memaafkanmu. Tapi tidak ada lain kali lagi," balasnya.
Aku menghela nafas lega karena akhirnya Guan Yu mau memaafkanku dan tidak menghukumku kali ini. "Terima…
Balas Dendam Sang Putri Buangan
Bab 33. Surat dari ayah.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 123 Episodes
Comments