Kediaman Guan Yu.
Setelah mengutip kerikil selama seharian dan melewati masa hukuman, aku pergi ke dapur untuk mendapat makan siangku yang kemalaman.
"Nih makanlah!" suguh Paman Xuan merasa kesal padaku karena tidak mendengarkan nasehatnya. "Makanya jangan bebal!" ceramahnya kemudian.
"Ya Paman, lain kali aku akan mendengarkanmu Paman."
"Ya sudah lupakan saja, cepat makan makanan anda. Nanti keburu dingin," ucap Paman Xuan walau kesal namun peduli.
Aku memegang sumpit dengan tangan gemetaran, selain karena perutku lapar, jari-jariku juga terasa kebas dan pegal sekali. Aku bahkan tidak bisa mengangkat makananku, hingga aku harus meminta bantuan Paman Xuan.
"Paman, bisakah kau menyuapiku. Tanganku sakit sekali," pintaku memelas.
"Aish, dasar anak ini! Mana sini buka mulutnya," balas Paman Xuan mau tidak mau karena kasian padaku.
Aku menyambut makanan dari tangannya dan tersenyum sambil memakan makananku. "Enak sekali," pujiku dengan mulut penuh.
"Aduh, jangan makan sambil bicara. Nanti batuk," larang Paman Xuan. "Anda sudah besar Nona, bagaimana jika sudah menikah nanti? Anda pasti akan merepotkan suami anda tiap harinya."
"Menikah? Aku belum mau menikah," jawabku menggeleng.
"Suatu saat nanti anda pasti akan menikah juga, kalau sekarang apa anda sudah punya kekasih?" tanya Paman Xuan.
Aku menggeleng. "Aku belum punya kekasih dan aku juga belum tertarik memikirkan seorang pria," jawabku apa adanya.
"Benarkah? Anda begitu cantik, apakah tidak ada satu pun pria yang melirik anda Nona?"
"Entahlah," jawabku singkat.
"Pasti ada, itu pasti! Oh iya Nona, bagaimana ciri-ciri pria yang anda impikan, siapa tahu hamba bisa mencarikannya untuk anda," ucap Paman Xuan ingin tahu.
"Hmm... Pria yang aku inginkan ya," pikirku berpikir-pikir "Pria seperti apa ya yang aku inginkan? Ya tentu saja yang berwajah tampan, bertubuh tinggi dan berotot kuat. Dan yang paling penting kekasihku haruslah penyayang dan mencintaiku apa adanya," jawabku kemudian.
"Wah semua kriteria itu ada pada hamba…
Balas Dendam Sang Putri Buangan
Bab 43. Berlatih tombak.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 123 Episodes
Comments