Vira adalah seorang psikopat. Keadaanlah yang membuatnya menjadi seorang psikopat. Hidup Vira berubah setelah dia menjadi anak angkat dari Bima. Namun lama kelamaan Vira malah jatuh cinta pada Bima.
Cinta Vira harus kandas saat Bima dibunuh oleh seseorang. Kehidupan Vira pun menjadi suram kembali setelah Bima tiada.
Akankah Vira ke luar dari kesedihannya?
Dari pada kalian penasaran, lebih baik langsung baca aja ceritanya😁
PERHATIAN! CERITA INI HANYA UNTUK ORANG YANG USIANYA SUDAH 18+ KARNA MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN.
HARAP JANGAN DITIRU ATAU DIPRAKTIKKAN. CERITA INI HANYALAH UNTUK HIBURAN SEMATA. AUTHOR TIDAK BERNIAT UNTUK MENGHASUT PEMBACA AGAR BERBUAT SEPERTI APA YANG ADA DICERITA INI.
Follow instagram author ya : nur_asri26
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NUR ASRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Dimulai
PERHATIAN! NOVEL INI MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA!
Happy Reading!😊
Vira sudah 6 bulan berada di panti itu. Setiap harinya, Vira selalu menghitung kek*jaman bu Cece pada anak-anak panti. Hari-hari pembalasan dend*m sudah dekat. Selama itu pula, April tidak pernah mencoba melarikan diri lagi.
Sebelun merencanakan untuk melarikan diri, Vira terlebih dahulu merencanakan sesuatu yang besar. Sesuatu yang akan membuat geger wilayah itu. Tapi Vira tidak memperdulikan hal itu.
Tengah malam. Semua orang sudah tidur, kecuali Vira. Dari tadi Vira sengaja tidak tidur karena menunggu tengah malam.
Vira mendudukkan tubuhnya. Vira berdiri mendekati lemari pakaiannya. Vira memakai pakaian 2 lapis. Lapisan pertama, Vira memakai pakaian yang dipakai saat dia tidur. Pakaian itu berwarna hijau tua. Lapisan kedua, Vira memakai baju berwarna hitam serta celana hitam.
Vira menggulung rambutnya dan memakai masker di wajahnya.
Vira juga mengambil kantong plastik yang berisikan minyak sayur yang diambilnya dari dapur. Setelah itu, Vira mengoleskan minyak itu ke seluruh tangannya. Vira mengambil parang yang ada di bawah tempat tidurnya. Dengan begitu sidikjarinya tidak akan ada diparang itu.
Vira membuka pintu secara perlahan, agar tidak membangunkan orang lain.
Vira mengedarkan pandangannya ke area panti. Gelap, itulah yang dilihat Vira. Hanya ada beberapa lampu yang menyinari beberapa ruangan.
Vira berjalan ke arah ruangan yang ditujunya. Saat sampai di depan ruangan itu, Vira mencoba membuka pintu yang menuju ruangan itu.
Ceklek,, pintu itu tidak bisa dibuka. Ya,, pintu itu dikunci.
Vira sudah mempersiapkan kalau-kalau pintu itu dikunci. Vira mengaambil penjepit rambut yang sudah disiapkan.
Vira memasukan penjepit rambut itu pada lubang kunci yang ada di pintu. Tak butuh waktu lama, akhirnya pintu bisa dibuka. Dengan hati-hati Vira masuk ke dalam ruangan itu.
Dalam ruangan itu, tampak ada seseorang yang tertidur pulas.
Vira menyunggingkan senyum tipis. Apa kalian tau siapa orang itu?
Ya,, kalian benar, orang itu adalah bu Cece. Orang yang selalu meny*ksa anak-anak di panti. Vira berjalan ke arah bu Cece dengan pelan. Vira menatap wajah bu Cece dalam keadaan gelap tak bercahaya.
Vira menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
"Kamu akan segera menebus semua dosamu" ucap Vira.
Dengan cepat Vira menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh bu Cece. Bu Cece masih tak bereaksi.
Vira mengambil remot AC yang ada di atas nakas. Vira mengatur suhunya pada paling tinggi. Vira menunggu sampai bu Cece menunjukkan reaksi.
Tak butuh waktu lama, bu Cece mulai merasakan hawa dingin.
"Em.." bu Cece menggeliatkan tubuhnya.
Bu Cece meraba-raba selimutnya, namun tak kunjung dia temukan. Bu Cece membuka matanya dengan terpaksa.
"Mana sih selimutnya" keluh bu Cece. "Ih,, kok ada di lantai sih?" Bu cece mengambil selimut yang ada di lantai.
Bu Cece kembali menidurkan tubuhnya. Namun baru beberapa detik, bu Cece masih merasakan dingin.
"Kok dingin banget ya?" bu Cece berjalan mengambil remot AC. "Kok tinggi banget sih? Pantesan aja dingin" ujar bu Cece.
Bu Cece mematikan AC itu dan kembali ke atas tempat tidurnya. Baru juga beberapa detik, tiba-tiba lampu menyala dengan sendirinya.
Bu Cece membuka matanya dengan kaget. Bu Cece langsung mendudukkan tubuhnya. Bu Cece mengedarkan pandangannya.
"Siapa?" tanya bu Cece.
Tak ada jawaban.
"Siapa?" tanya bu Cece lagi.
Dengan ragu bu Cece berjalan ke arah saklar, dan mematikan lampu. Bu Cece berlari ke arah tempat tidurnya dan menenggelamkan tubuhnya di balik selimut.
1 menit kemudian, AC kembali menyala dan lampu juga ikut menyala. Bu Cece membuka selimutnya dan menatap area kamarnya.
"Siapa kau?" tanya bu Cece.
Tak ada yang menjawab pertanyaan bu Cece.
"Tunjukan dirimu" teriak bu Cece lagi.
Bu Cece kembali mematikan saklar lampu. Namun hal yang sebelumnya terulang kembali. Bu Cece semakin takut. Tubuhnya mulai menggigil karena takut.
Terima kasih sudah mampir
Jangn lupa tinggalkan jejak
Tbc..
imanku 2 kpn up nya Thor
semangat
lanjutkan