Sedih, marah, kecewa, putus asa, dan yang paling penting tidak ada lagi semangat untuk melakukan apa pun. Perasaan campur aduk yang dirasakan oleh seorang gadis remaja cantik bernama Apple.
Mendiang maminya berwasiat agar dia menikah dengan pria pilihan sang mami dan disinilah dia berada. Duduk berhadapan dengan seorang pria yang berstatus suaminya. John Fisher, satu-satunya penerus laki-laki di keluarga Fisher. Pria itu terkenal tidak menyukai wanita dan berperangai buruk.
Apple merasa masa remajanya telah hilang dirampas oleh takdir yang tidak bisa dia hindari. Ingin menuntut sang mami tapi tidak mungkin karena mami sudah beristirahat dengan tenang. Berbagai pertanyaan bermunculan di kepalanya hingga nyaris membuat gadis cantik itu berteriak saat berada di meja makan. Dapatkah dia menjalani kehidupan barunya sebagai seorang istri? Bagaimana menjalani rumah tangga tanpa rasa bosan karena bertemu setiap hari?
"Ah, kembalikan masa remajaku?" teriak Apple tanpa suara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqua Venus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19. Masa Lalu.
John bangkit dari tempat tidur yang menjadi saksi bisu keganasannya. Pria itu bergerak perlahan tak ingin membangunkan pujaan hatinya. Apple adalah kekasih hatinya sejak dulu. Dari mereka kecil selalu bermain bersama hingga kecelakaan itu terjadi.
"Tidurlah sayang!" ucap John setelah dirinya berdiri di samping tempat tidur. Dia meraih pakaiannya yang berserakan di lantai dan mengenakannya asal.
Hampir tengah hari, Apple terbangun. Dia memandang ke sekeliling ruangan yang menurutnya asing. Otaknya berusaha mencerna kejadian demi kejadian hingga terhenti pada kejadian tadi malam. Murka, sedih, dan sakit memenuhi hatinya sampai membuatnya terasa sesak.
Rasa nyeri di area vitalnya juga tak kalah ingin unjuk gigi untuk mengingatkan kejadian tadi malam. Air mata gadis itu telah mengering bagaikan air sumur di musim kemarau. Ingin meratapi nasib, semuanya telah terjadi. Apple berusaha bangkit. Tujuannya pertamanya adalah kamar mandi. Tubuhnya butuh sesuatu yang dingin agar rileks.
Dengan tertatih, Apple berhasil masuk ke dalam kamar mandi. Gadis itu duduk di tepi bath up dan mulai mengisi airnya sesuai keinginan. Setelah cukup, Apple menambahkan sabun.
"Aroma strawberry," lirih Apple. Gadis itu cukup heran dengan adanya sabun cair aroma favoritnya.
Apple membuka tutupnya dan menuang hampir seluruh isi sabun cair itu ke dalam bath up. Gadis itu menatap nanar dan geram saat melakukannya. Mungkin di dalam pikirannya, dengan menuang banyak sabun, aroma tubuh pria yang telah merampas kehormatannya akan hilang.
"Heh!" Apple mendengus saat mengingat wajah pria itu.
Tak ingin berlama-lama, Apple masuk ke dalam bath up dan mulai berendam di sana. Air yang dingin bercampur aroma strawberry membuat tubuh dan pikirannya rileks.
......................
"Josh! Josh!" teriakan Margaret memenuhi ruang kerja Josh.
"Ada apa sayang?" tanya Josh yang muncul dari kamar mandi.
"Disitu rupanya," ucap Margaret sambil mendekati suaminya.
"Apple tidak kembali ke mansion. Katamu, kau akan menjaganya," tuntut Margaret.
"Aku tahu," jawab Josh sambil menggandeng tangan istri tercintanya dan menuntunnya ke sofa.
"Kau tahu dan tidak memberitahuku. Kenapa?"
"Karena, putra kita melakukan sesuatu yang menurutku nekat," jawab Josh sambil memainkan rambut Margaret.
"Nekat bagaimana?" tanya Margaret bingung.
Josh menghela napas. Pria itu berhenti memainkan rambut hitam pekat istrinya. Meski sudah berumur, rambut Margaret masih tampak hitam sempurna. Belum terlihat rambut berwarna lain di sana.
"Dia mengalami sakit kepala akhir-akhir ini. Puncaknya, saat dia murka melihat Apple tidak sengaja bertemu dengan seorang pria." Josh sengaja berhenti untuk mengetes fokus istrinya. Biasanya Margaret tidak nyambung jika membahas sesuatu.
"Pria yang mana?" cecar Margaret.
"Pria yang merupakan idola di kampus Apple" jawab Josh santai.
"Bukannya hanya menyapa saja. Kenapa dia jadi sakit kepala?" ketus Margaret.
Josh memutar bola matanya. Baru saja dia mengetes fokus Margaret dan berhasil. Detik berikutnya, penyakit telat mikir itu kambuh lagi.
"Dia sakit kepala karena cemburu yang belum dia sadari," jawab Josh sambil menatap istrinya.
Wanita yang selalu setia menemaninya selama kurang lebih tiga puluh tahun itu terlihat sedang berpikir keras.
"John mulai mengerti mengapa dia sering sakit kepala saat melihat Apple. Lalu, dia hubungkan dengan potongan ingatan di kepalanya. Ternyata di belakang kita, dia diam-diam menemui seorang ahli bedah, syaraf, dan psikolog. Dia juga mendatangkan seorang ahli pengobatan yang cukup gila."
Margaret melongo mendengar penjelasan suaminya. Dia heran, bagaimana mungkin suaminya mengetahui lebih banyak dari dirinya. Padahal suaminya itu berada di Italia cukup lama.
Josh tersenyum simpul melihat reaksi lucu istrinya. "Satu hari yang lalu waktu Indonesia, John menangkap Apple saat dalam perjalanan menuju kampus." Lagi-lagi Josh berhenti di tengah jalan. "Ayo tebak! Kira-kira dia akan membawa Apple kemana?"
"Ish, sayang! Sekarang waktunya bukan bermain tebak-tebakan," ketus Margaret. Wanita itu terlihat kesal karena dipermainkan oleh sang suami.
Josh tertawa melihat pola tingkah Margaret. "Baiklah. Jika itu mau mu," jawab Josh. "Dia membawanya ke vila pribadiku."
"Oh, vila miliki yang ada di puncak itu!" jelas Margaret santai. "Apa?" teriak Margaret saat dia kalah beberapa detik tentang kesadarannya. "Itu kan villa untukku." timpal Margaret. Wanita itu mondar-mandir di depan sofa.
"Akhirnya sadar juga!" seru Josh kemudian menarik lengan istrinya agar duduk tepat disampingnya. "Dia sengaja melakukan itu agar kita tahu bahwa dia tahu," kelas Josh.
Melihat gelagat Margaret yang hendak protes. Josh segera melanjutkan kalimatnya, "Seorang peniliti yang ditemukan Josh telah menemukan sebuah cairan yang dapat mengembalikan ingatannya dan terjadilah kejadian tadi malam," jelas Josh.
"Terus apa yang dilakukan anak b o d o h itu?" cecar Margaret.
"Tentu saja dia meminta asistennya untuk menyuntikkan cairan itu tepat di sum-sum tulang belakangnya. Jangan ditanya lagi bagaimana rasanya," ujar Josh.
Margaret menutup mulutnya agar tidak berteriak karena terkejut. "Untuk apa dia lakukan itu?" tanya Margaret setengah berbisik pada Josh.
"Tentu saja tingkat penasaran John lebih tinggi ketimbang hal yang lain. Alhasil, terjadilah sesuatu di antara mereka," ucap Josh.
"Pria itu telah membuat sesuatu yang membekas pada diri Apple," ujar Josh.
"Apa yang telah diperbuatnya?"
Josh dibuat takjub atas penyakit telat mikir istrinya. Jelas-jelas dia sudah memberikan kisi-kisi. "John melampiaskan nafsunya pada Apple."
"Apa?" Margaret berteriak tak percaya.
Ceritanya Seru,,,,
Suka sm karakter Apple 😊🥰
semangat Thor.
next❤🙏