Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Mansion tempat tinggal Leo.
Leo yang baru pulang masih ditemani Wendy. Begitu masuk ke ruang keluarga, Leo langsung melepas dasinya dan meletakkannya di atas sofa.
"Kumpulkan semua detail proyek yang kita menangkan saat itu. Pastikan tidak ada bukti yang tersisa. Aku tidak mau nanti dikalahkan oleh Calvin Duan, bocah itu," perintah Leo.
"Segera saya lakukan, Tuan," jawab Wendy.
Wendy terdiam sejenak sebelum kembali bertanya, "Tuan, Nyonya tidak ingin memihak kepada kita. Jadi, apakah kita harus mencari pengacara lain?"
"Cari pengacara terbaik di negeri ini. Aku penasaran apakah istriku mampu mengalahkanku di persidangan nanti," jawab Leo sambil duduk di sofa dengan raut wajah serius.
"Kalau begitu, apakah kita harus menyiapkan bukti untuk melawan Tuan Duan?" tanya Wendy.
"Tentu. Aku tidak akan memberinya kesempatan sekecil apa pun untuk menang."
"Gawat! Sepertinya Tuan benar-benar marah kepada Nyonya. Kali ini Nyonya justru bekerja sama dengan musuh Tuan," batin Wendy.
Wendy kembali menatap Leo yang sedang membuka tutup botol minuman. Ia menuangkan minuman ke dalam gelas dengan tenang.
"Tuan, sebenarnya ada cara agar Nyonya tidak bisa memihak kepada Calvin Duan," ujar Wendy hati-hati.
Tangan Leo yang sedang memegang gelas berhenti.
"Apa maksudmu?" tanyanya.
Wendy tersenyum tipis.
"Kita bisa meminta atasannya untuk berikan kasus besar itu kepada pengacara lain."
Leo mengangkat pandangannya.
"Meminta atasannya?"
"Benar! kalau atasannya tahu kasus ini ada hubungan dengan Anda. Dia pasti tidak akan membiarkan nyonya menangani kasus ini."
Leo terdiam sejenak. Ia menyesap minumannya sambil berpikir.
"Jadi, kau ingin menggunakan cara ini untuk membuat Ivy mundur?"
"Kalau Nyonya memang seorang pengacara profesional, dia pasti tahu bahwa ada kasus yang tidak boleh dia tangani karena konflik keluarga."
Leo menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Menarik."
Ia tersenyum tipis.
"Tapi jangan hanya mengandalkan itu. Cari tahu semua kelemahan Calvin Duan. Aku ingin tahu kenapa dia begitu yakin bisa melawanku."
"Baik, Tuan."
"Dan Wendy..."
"Ya, Tuan?"
"Jangan sentuh Ivy."
Wendy sedikit terkejut.
"Jangan libatkan dia dalam urusan perusahaan atau hal lain. Kalau dia ingin menjadi lawanku di pengadilan, biarkan dia menggunakan kemampuannya sendiri."
Leo menatap gelas di tangannya dengan tatapan dingin.
"Aku ingin melihat sejauh mana istriku mampu melawanku. Aku bangga padanya karena tidak takut pada kekuasaan. Istri yang aku nikahi selama ini ternyata bukan wanita lemah "
"Tuan malah bangga karena istrinya sendiri melawannya? Calvin Duan bukan lawan biasa. Apakah Tuan terlalu meremehkannya?" batin Wendy.
"Ada lagi. Bagaimana dengan yang aku minta kau selidiki tentang Ivy? Apakah sudah ada hasilnya?" tanya Leo.
"Selama Anda berada di luar negeri, Nyonya benar-benar fokus pada kariernya. Dia bekerja dari siang hingga malam. Sepertinya Nyonya sengaja mencari kesibukan agar tidak terlalu memikirkan kegugurannya," ungkap Wendy.
Leo terdiam. Tangannya yang memegang gelas perlahan mengencang.
"Dan satu lagi. Saya tidak tahu apakah pertemuan Nyonya dengan Calvin Duan hanya kebetulan atau memang sudah direncanakan. Sebelum Anda kembali, Nyonya menabrak mobil mewah milik Calvin Duan sehingga harus mengganti biaya kerusakannya."
"Menabrak mobil Calvin Duan?" Leo langsung mengangkat wajahnya.
"Ya, Tuan. Nyonya menggunakan kartu Anda. Selain itu, Nyonya juga menggunakan uang Anda untuk membeli berbagai kebutuhan panti asuhan dan panti jompo. Nominalnya cukup besar."
Leo menatap Wendy dengan dingin.
"Ivy sangat berhati-hati. Bagaimana mungkin dia bisa menabrak mobil seseorang tanpa alasan?" tanya Leo.
"Nyonya pulang dari klub malam malam itu. Ada kemungkinan dia mabuk sehingga kehilangan konsentrasi saat mengemudi. Jadi, menurut saya, kecelakaan itu memang bukan sesuatu yang direncanakan."
Leo terdiam cukup lama.
"Artinya, Calvin Duan mungkin sudah merencanakan untuk mendekati istriku dan menjadikannya sebagai senjata untuk melawanku."
Tatapan Leo semakin tajam.
"Dan aku yakin dia juga sudah mengetahui bahwa hubungan antara aku dan Ivy sedang bermasalah."
"Kalau begitu, apakah kita perlu menyelidiki Calvin lebih jauh?" tanya Wendy.
"Tentu. Aku ingin tahu sejauh mana dia sudah merencanakan semuanya."
Leo kemudian terdiam, seolah teringat sesuatu.
"Lalu bagaimana dengan lima tahun sebelumnya?"
Wendy menatapnya.
"Ivy mengatakan dia sudah menungguku selama lima tahun. Apa maksudnya? Apa yang sebenarnya terjadi sebelum kami betemu?"
Wendy menarik napas sebelum menjawab.
"Tuan, lima tahun lalu Nyonya baru saja lulus ujian hukum dan mulai menapaki kariernya sebagai pengacara. Saat itu, dia menerima banyak kasus kecil untuk membangun pengalaman sekaligus membuat namanya dikenal."
"Apakah kariernya berjalan lancar?"
"Tidak. Perjalanannya cukup sulit. Pada awalnya, Nyonya sering dipersulit oleh para senior dan atasannya. Belum lagi dia harus menghadapi berbagai macam klien yang tidak mudah ditangani."
Wendy tersenyum kecil.
"Tapi Nyonya sangat tangguh. Dia tidak pernah menyerah. Semakin banyak kesulitan yang dihadapi, semakin keras dia bekerja."
Leo mendengarkan dalam diam.
"Selama lima tahun ini, Nyonya hanya menghabiskan waktunya untuk karier. Dia hampir tidak pernah menghadiri acara sosial dan tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan pria lain."
Leo perlahan mengangkat kepalanya.
"Jadi... aku dan Ivy benar-benar tidak pernah bertemu lima tahun yang lalu?"
"Seharusnya tidak, Tuan."
Wendy kemudian melanjutkan,
"Lagi pula, sebelum menikah hingga sudah menikah anda lebih sering fokus mengurus perusahaan dan bepergian ke luar negeri. Sedangkan Nyonya baru memulai kariernya sebagai pengacara. Lingkaran kehidupan kalian juga sangat berbeda. Jadi, kemungkinan kalian bertemu secara langsung sangat kecil."
"Kalau begitu..." gumam Leo.
Tatapannya berubah serius.
"Kenapa dia mengatakan telah menungguku selama lima tahun?"
Keesokan harinya.
Di sebuah restoran, Calvin berada di salah satu ruang VIP. Meja di hadapannya dipenuhi berbagai hidangan. Ia duduk santai sambil menikmati makanannya tanpa gangguan.
Tak lama kemudian, Tristan melangkah masuk ke dalam ruangan.
"Tuan, Pengacara Zhang ada di ruangan sebelah. Sepertinya dia sedang menghadapi masalah," ujar Tristan.
Calvin menghentikan gerakan tangannya dan mengangkat wajah.
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏