Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan kakek Nareswara Adhitama
Papa Nathan akhirnya bangkit dari kursi dan diikuti Mama Mayang juga Nendra dan Fira dibelakangnya.
"Ayah?,, Bagaimana kabar Ayah dan Ibu? Maaf Nathan sudah lama tidak mengunjungi kalian! "
Semuanya menyalimi tangan dua orang penting dikeluarga Adhitama tersebut termasuk juga Fira ikut menyalimi kedua orang tersebut dengan jantung yang berdebar. dihadapannya kini tampak beberapa orang yang terlihat bukan orang sembarangan terutama dua orang dihadapannya meski sudah tak muda lagi aura dan wibawa sangat terlihat pada struktur wajah mereka,
"Apa Ayah ingin sarapan dulu ini masih jam nya sarapan pagi? "
"Tidak! "
Seketika Kakek Nareswara berjalan menuju ruang keluarga yang tandanya ada yang harus dibicarakan dengan serius.
Saat ini semua sudah ada di ruang keluarga yang besar.
"Tentang semua yang terjadi apa kamu bisa menjelaskan padaku Nathan? "
"Iya Ayah sebenarnya Malam ini kami akan terbang ke Solo tapi Ayah lebih dulu datang "
"Aku sudah menunggu lama sejak berita itu muncul di perusahaan tapi kalian menganggap santai semua ini! "
"Kakek, ijinkan Nendra bicara kali ini"
Mata kakek Nareswara menatap tajam Nendra dan istrinya
"Belum waktunya kamu bicara!
Nathan!kamu janji kan bisa mendidik Nendra tapi kenapa hal ini bisa terjadi! kenapa kejadian Naevan bisa terulang kembali? "
"Maafkan Nathan Yah! ini salah Nathan "
kemarin Nathan dan keluarga sudah berkunjung ke rumah besan dan rencananya setelah bicara dengan Ayah kami akan segera mengumumkan pernikahan mereka ke seluruh perusahaan."
"Tidak semudah itu Nathan masuk ke dalam keluarga Adhitama! cucu pertama Adhitama menikah dengan gadis yang tidak jelas asal usulnya kamu tidak mempertimbangkan bibit, bebet dan bobotnya? kita ini bukan keluarga sembarangan Nathan! " Ajeng bicara dengan emosi
"Tidak ada yang menyuruhmu bicara Ajeng! "
"Maafkan Ajeng Ayah"
"Kamu harus tahu posisimu dirapat keluarga ini Ajeng jaga tutur katamu! " ucap Nenek Ayu puspa pelan namun sangat menusuk hati Ajeng.
Ajeng merasa terbakar amarah dan ia pun beranjak dari tempat duduknya dengan tiba tiba ia menarik lengan Fira dengan kasar yang tengah duduk beberapa meter disampingnya ,
"Dia juga bukan siapa siapa Ibu! Dia hanya gadis kampung yang hanya ingin naik kasta melalui keluarga kita! "
Brukkk,,,
Mama Ajeng mendorong Fira hingga perutnya terbentur tepi meja dan untung saja Fira melindungi perutnya dengan kedua tangannya hingga dahinya pun tak terselamatkan lagi untuk terbentur meja.
akkhh,,,
"Fira!,,,
Nendra dan Papa Nathan juga Mama Mayang segera berlari menghampiri Fira yang terduduk dilantai.
" Perutku sakit sekali Mas! "erang Fira kesakitan sambil memegangi perutnya.
karena Fira mengenakan Dress yang panjangnya dibawah lutut,semua orang pun melihat ada darah segar yang mengalir di sela kakinya
" Darah!,, tangan Nendra pun gemetar melihat hal itu"
"Nendra kita harus segera membawa kw rumah sakit! " ucap Mama Mayang
"Kamu sungguh keterlaluan Ajeng! " teriak Papa Nathan
Nendra segera menggendong tubuh istrinya keluar dan segera membawanya kerumah sakit diikuti Mama Mayang .
Saat ini tubuh Mama Ajeng mematung ia seperti baru tersadar apa yang telah ia lakukan.
Mata Kakek Nareswara menatap Ajeng penuh dengan intimidasi
"Sekarang pulanglah dan jangan pernah datang lagi kerumah ini! introspeksi dirimu dan nanti kamu juga harus mempertanggungjawabkan senua yang kamu lakukan hari ini Ajeng! "
"Kamu itu seorang perempuan loh kok sampai hati melakukan hal sekejam itu! pantas saja Tuhan tidak memberimu keturunan ternyata tidak ada kasih dihatimu Ajeng! "
"Ibu tahu apa sebabnya Ajeng tidak memiliki keturunan kan? "
"Kamu masih mencari kesalahan suami kamu! kalau kamu tidak egois mau ngalah sama suami yang lembut tutur katanu, Naevan pasti bisa luluh ! "
"Sudah cukup hentikan ! Bimo antar Ajeng kembali ke. solo sekarang juga! "
"Baik Tuan besar! "
"Ayah pasti menyesal lebih percaya gadis kampung itu daripada denganku! "
Ketus Ajeng sambil melangkah pergi dari ruangan itu
"Nathan? "Panggil nenek Puspa
"Apa Gadis itu sedang,,, "
"Iya Bu Fira sedang mengandung darah daging Nendra! "
Kakek Nareswara dan Nenek Ayu Puspa sangat terkejut
"Banyak sekali yang kamu sembunyikan dari kami Nathan! "
"Semua ini juga terlalu cepat untuk kami Yah! kami juga baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu, ini semua keinginan Fira sendiri bahkan Fira ingin pergi jauh dari kota ini karena menurutnya dia tidak pantas dinikahi seorang pemimpin perusahaan seperti Nendra. tapi dengan susah payah Nendra berhasil membujuknya tapi dengan beberapa syarat yang Fira ajukan salah satunya menikah diam diam tanpa seorang pun yang tahu."
"Malang sekali nasib gadis itu Saat pertama kali melihatnya tadi Ibu merasa dia gadis yang tulus ternyata dia sedang hamil cicitku "
"Bagaimana dengan keadaan Rendra! "
"Rendra sudah jauh lebih baik sekarang dia sibuk dengan kuliah S2 nya dan mengurus perusahaan kita yang ada disana"
"Entah kenapa saat melihat gadis itu Ayah melihat Wajah Rendra"
"Mayang juga pernah mengatakan hal itu "
"Ayah merasa akan ada masalah besar dikeluarga ini"
"Mas apa maksud kamu? "
"Aku juga belum tahu pastinya , kita berdoa saja semoga semua baik baik saja "
"Sebaiknya kita menyusul ke rumah sakit sekarang saya khawatir keadaan Fira "
"Baiklah kita kesana sekarang"
Setelah beberapa menit sampai lah mereka dirumah sakit tempat Fira dirawat.
Berjalan melewati lorong rumah sakit yang sepi dari kejauhan mereka melihat Mama Mayang dan Nendra yang mondar mandir didepan sebuah pintu,
"Bagaimana keadaanya? "
"Dokter belum selesai Mas "
akhirnya seorang dokter pun keluar dari pintu itu
"Bagaimana keadaan istri saya dok? "
"Keadaan janin sudah normal kembali pendarahan juga berhasil kami hentikan namun keadaan ibunya masih sangat lemah karena terlalu banyak mengeluarkan darah dan satu hal lagi umurnya masih terlalu muda untuk menjalani sebuah kehamilan jadi setelah ini harap lebih diperhatikan lagi "
"Baik dok Terima kasih "
"Dia memang masih sangat muda memang berapa umur gadis itu? " tanya nenek Ayu
semuanya terdiam,,,
"19 tahun nek"
"Apa? "
"Dia masih terlalu muda untuk menikah malah dia sekarang hamil Nendra,,, Nendra"
Setelah itu Fira yang belum sadar dipindahkan ke ruang perawatan VVIP,
Semuanya duduk di sofa hanya Nendra yang berada disamping brankar istrinya yang belum sadarkan diri.
"Bangun sayang kamu jangan bikin mas takut "
Seolah paham panggilan suaminya mata Fira perlahan terbuka,
"Mas?,, "
"Sayang kamu sudah sadar bagaimana apa ada yang masih sakit? "
"Bayinya bagaimana? "
"Anak kita baik baik saja dia kuat seperti kamu"
semua orang yang ada disana pun mendekat ke brankar Fira ,
"Bagaimana keadaanmu cah ayu? " tanya Nenek Ayu Puspa
"Fira baik baik saja, Maaf gara gara Fira keluarga ini jadi ribut. Fira janji Fira akan pergi setelah ini saya sadar diri siapa saya! "
"Kamu mau pergi! baiklah kita pergi bersama kita mulai hidup kita dari nol sama sama, saya bisa menghidupi kamu dan anak kita tanpa nama besar Adhitama!
" Mas! Kamu kebanggaan keluarga ini masih banyak tanggung jawab yang belum kamu selesaikan! jangan egois kamu seperti ini karena siapa jangan kecewakan orang orang yang sudah menjadikanmu sukses seperti ini hanya gara gara aku! "
Nendra menangis menggenggam jemari istrinya,
"Persetan dengan semua harta dan kekuasaan ini aku ingin kita hidup biasa saja bersama kamu! kalau mereka tidak bisa menerima kamu dikeluarga ini mereka juga harus siap kehilangan diriku! lagipula masih ada Rendra "
"Hentikan! kalian bicara apa? siapa yang bilang keluarga ini tidak menerima kamu? lihat nenek kalian bahkan dia sudah sayang pada istri kecilmu itu! "
"Benarkah? "
"Tentu saja kami di sini tandanya kami peduli dengan istrimu dan calon cicit kami "
Nendra langsung menghambur memeluk kakek dan Nenek nya,
"Terimakasih Nek Terimakasih Kek"
"Dasar cengeng dimana Danendra yang dingin dulu? "