Indonesia
NovelToon NovelToon
Saat Rasa Itu Hadir

Saat Rasa Itu Hadir

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:267.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mailiyana

Bagaimana jadinya jika menjalani kehidupan rumah tangga dengan pasangan yang tidak diharapkan? Jangankan bisa saling mencintai, saling kenal dan bertemu saja tidak pernah Sebelumnya.

Begitu lah yang dialami oleh Chayra Dan Dafri. Mereka terpaksa menikah atas desakan dan keinginan orang tua mereka Masing - masing.

Katanya rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu dan juga karena sering terbiasa bersama. Apakah itu berlaku bagi mereka berdua? Sedangkan sejak awal pernikahan mereka sepakat tidak akan serius menjalani pernikahan ini dan malahan salah satu dari mereka sudah memiliki kekasih yang sangat dicintainya.

Sampai akhirnya, karena suatu hal pernikahan mereka terancam berakhir, Seharusnya mereka merasa senang karena ini adalah moment yang ditunggu - tunggu sejak dulu. Namun, kenyataan berkata lain.. Ketika mereka sama - sama menyadari bahwa rasa cinta itu hadir disaat pernikahan mereka diujung tanduk. Apakah yang terjadi? Dan bagaimana nasib pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mailiyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 25 // MENAGIH JANJI

1 Minggu kemudian...

Chayra menuruni anak tangga dengan sedikit buru - buru karena dari kamar ia mendengar bunyi bel dari luar rumah dan sebagai tanda bahwa ada seseorang yang datang kerumah keluarganya Dafri.

Kebetulan saat itu Chayra hanya tinggal sendiri dirumah. Dafri sudah mulai masuk kerja dirumah sakit, begitu pula dengan Papa Argantara yang sudah mulai aktif bekerja dikantornya. Sedangkan Dika dan Bik Asih juga ada keperluan diluar.

Setelah sampai didepan pintu, Chayra langsung saja membuka pintunya dan bersiap - siap akan menyapa tamu ataupun orang yang datang tersebut. Namun, bibir Chayra langsung terkatup setelah melihat siapa orang yang datang itu. Ternyata yang datang adalah Clarissa.

Wanita berparas cantik dengan penampilannya yang modis dihadapan Chayra itu langsung saja memeluk Chayra dengan erat. Chayra yang tidak siap dengan perlakuan Clarissa yang tiba - tiba itu, hanya bisa terpana tanpa membalas pelukan dari nya itu.

"Hai, Chayra.. Apa kabar kamu?" tanya Clarissa dengan ramah setelah itu melepas pelukannya. Sedangkan Chayra masih terpana dengan sapaan hangat yang diberikan oleh Clarissa itu.

"Hai juga Clarissa.. Alhamdulillah, aku sehat. Kamu sendiri bagaimana?" tanya Chayra lagi yang sudah sadar dari keterpanaannya.

"Kamu gak nyuruh aku masuk dulu nih?" tanya Clarissa masih dengan senyuman manisnya itu mengembang disana.

"Oh, Iya.. Sampai kelupaan. Yuk silahkan masuk Clarissa." kata Chayra dengan mempersilahkan Clarissa untuk masuk. Kemudian tanpa disuruh, Clarissa langsung saja duduk di kursi tamu dengan gayanya yang anggun itu.

"Kamu mau minum apa? Biar aku bikinkan dulu," kata Chayra dan kemudian bersiap akan kedapur namun Clarissa dengan sigap langsung menolaknya.

"Aku gak haus, Chayra." jawab Clarissa.

"Aku mau bicara serius sama kamu" lanjutnya lagi lalu menatap Chayra dengan tajam. Chayra pun tidak jadi kedapur dan kemudian duduk tepat didepan Clarissa.

"Bicara apa?" tanya Chayra akhirnya dengan menatap wajah Clarissa ragu - ragu.

"Ini sudah lebih satu minggu setelah kepergian Tante Dina. Lalu, bagaimana dengan kesepakatan kita?" tanya Clarissa dengan wajahnya yang sudah berubah 180 derajat dari yang Chayra lihat pada saat pertama datang tadi.

"Chayra, kamu sudah menyetujui kesepakatan kita waktu itu lo. Apa kamu lupa? Atau apa mungkin.. Kamu mulai menikmati menjadi istrinya Dafri?Iya, benarkah begitu Chayra??" ucap Clarissa kini dengan nada yang sinis.

Ditanya seperti itu, membuat Chayra langsung menundukkan wajahnya. Dari awal Chayrapun sudah yakin, kedatangan Clarissa pasti ingin menagih janji Chayra yang akan pergi meninggalkan Dafri. Bukannya Chayra tidak mau melakukan itu, tapi.. Bagi Chayra ini terlalu cepat sedangkan Dafri baru saja berduka. Chayra merasa tidak pantas meninggalkan lelaki itu masih dalam suasana berduka. Sedangkan Dafri sama sekali belum ada membahas mengenai hubungan pernikahan mereka ini akan dibawa kemana? Malahan beberapa hari belakangan ini, sikap Dafri semakin membuat Chayra bingung. Beberapa kali Chayra mendapati Dafri mencuri - curi pandang kearahnya dengan tatapan yang lain dari biasanya.

Awalnya Chayra mencoba untuk biasa saja dan tidak terbawa perasaan, namun Chayra tidak bisa lagi tidak terbawa perasaan ketika Dafri malah memberi perhatian yang lebih secara terang - terangan terhadap dirinya. Padahal sebelum - sebelumnya, Dafri cuek dan tidak begitu peduli dengan apa yang Chayra lakukan. Namun, sekarang sampai hal - hal terkecilpun di pertanyaankannya dan diperhatikannya.

"Chayra, jawab pertanyaan aku!!" tiba - tiba bentakan dari suaranya Clarissa membuyarkan lamunan Chayra tentang Dafri.

"Iya, Clarissa.. Maaf." lirih Chayra dengan meminta maaf.

"Jadi kapan kamu akan minta cerai dari Dafri?" tanya Clarissa lagi dengan wajahnya yang ngotot itu.

"Kalau Dafri tidak mau menceraikan aku, Bagaimana?" tanya Chayra yang entah keberanian dari mana malah pertanyaan itu yang ia lontarkan ke Clarissa.

"APA..??" Clarissa bertanya dengan suara yang nyaring.

"Kenapa sepertinya kamu begitu yakin Dafri tidak mau menceraikan kamu?" lanjutnya lagi lalu diiringi dengan tawa kecilnya.

"Bukan begitu maksud aku, Clarissa. Maksud aku.. Kenapa bukan kamu saja yang menyuruh Dafri untuk menceraikan aku? Karena setelah Mama Dafri meninggal, sekalipun Dafri tidak ada membahas mengenai ini. Akupun jadi bingung harus mulai dari mana untuk membahas hal ini ke dia.Kata Chayra dengan memberi alasan.

"Jauh sebelum kamu menyuruh aku melakukan itu, sebenaranya aku sudah duluan menyuruh Dafri untuk menceraikan kamu. Tapi, Chayra.. Aku tetap ingin kamu yang memulainya. Karena dengan begitu, Dafri akan merasa kalau kamu yang tidak nyaman dan ingin cepat - cepat pisah dari dia." jelas Clarissa yang masih tetap mendesak Chayra untuk melakukan apa yang ia suruh.

"Tapi,.."

"Tapi, apa lagi Chayra? Kamu tega ya membiarkan aku merana seperti ini. Seharusnya kamu bisa mengerti perasaan aku, kita ini sama - sama wanita. Dan aku juga istrinya Dafri..!!" ujar Clarissa dengan berapi - api.

"Chayra, apa kamu mau dicap sebagai perempuan perusak hubungan orang lain? Kamu hadir ditengah - tengah kami yang saling mencintai. Sekarang sudah jelas, Tante Dina sudah meninggal. Tidak ada lagi yang memaksa kamu untuk tetap bertahan menjalani rumah tangga dengan Dafri. Lagi pula, kamu gak ada ruginya sama sekali Chayra. Dafri tidak pernah menyentuh kamu sama sekali kan? Kamu masih suci kan?" tanya Clarissa dengan jelingan mata bulat dan tajam itu menatap Chayra.

"Iya, tidak pernah sama sekali." jawab Chayra dengan yakin.

"Ya sudah, jadi apa lagi? Aku gak bisa melihat kalian berlama - lama menjalani pernikahan sandiwara ini. Aku takut, Chayra. Aku takut jika terlalu lama kalian hidup bersama, malah akan menghadirkan sebuah rasa. Kamu mengerti kan akan kekhawatiran aku ini, Chayra?" tanya Clarissa dengan suara yang semakin tertahan. Chayra bisa merasakan bagaimana kekhawatiran dan juga ketakutan yang dirasakan oleh wanita itu. Rasa cintanya yang begitu besar ke Dafri, membuat ia takut kehilangan Dafri. Clarissa yang takut Dafri berpaling ke Chayra.

"Jadi, aku mohon ke kamu Chayra. Setelah ini, aku beri kamu waktu paling lama 2 hari lagi. Jika kamu gak bisa memulai untuk meminta cerai duluan ke Dafri, ada baiknya kamu pergi diam - diam dari dia. Pergi dari kehidupan Dafri, dan jangan pernah berpikiran untuk menghubunginya ataupun bertemu dengan dia lagi." pinta Clarissa. Sedangkan Chayra terlihat sibuk membuat surat pernyataan."

"Yah.. akan aku lakukan apa yang kamu suruh ini, Clarissa." kata Chayra akhirnya dengan menganggukkan kepalanya. Clarissapun langsung tersenyum dengan penuh kemenangan.

Setelah puas mendesak dan berbicara panjang lebar ke Chayra, Clarissa pun akhirnya pamit pulang. Dan kemudian, Chayra kembali masuk kedalam kamarnya. Ia meraih ponselnya dan lalu mencari nomor seseorang untuk dihubunginya. Setelah dapat nomor yang dicarinya, Chayra lantas menghubungi nomor tersebut.

"Halo... Assalamu'alaikum, Sarah?" ujar Chayra dengan mengucap salam. Ternyata ia menelpon Sarah, teman dekatnya. Terdengar diujung telpon sana Sarah yang menjawab salam dari Chayra dan kemudian menanyai kabarnya.

"Aku sedang tidak baik - baik saja, Sarah. Aku sangat butuh bantuan kamu saat ini, apa bisa kita ketemuan sekarang?" tanya Chayra dengan serius.

"Bisa Chayra, bisa. Kamu dimana? Biar aku jemput ya." kata Sarah dengan menawarkan diri. Chayrapun langsung memberitahu alamat lengkap rumahnya Dafri.

...💞💞💞💞...

BERSAMBUNG....

"HAI PARA PEMBACA YANG BAIK HATI, JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTARNYANYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA..."

.

.

1
Mailiyana
Benar itu
pangesticass
masyaAlloh aku baca sampai tamat /Smile//Smile/
pangesticass
seharusnya disapa bukan langsung dimintai uang
Adi Iyem
Clarissa
pangesticass
knpa ga dateng chay? dateng lah chay dandan yang cantixx
pangesticass
kasihan clarisa
pangesticass
/Doge//Doge//Doge//Heart//Heart//Heart//Ok//Good//Good/
pangesticass
/Sob//Sob//Sob//Sob/
pangesticass
ciee
pangesticass
cieee
pangesticass
sunnah rosul itu mba bukan keegoisan tapi melihat watak dan sifat masing masing wanitanya ya jangan takutnya ada hati yang gak ridho yg tersakiti kan laki lakinya kalau tetap demikian ya dzolim namanya /Smile/
pangesticass
geder hatinya ya mba /Hunger//Hunger//Chuckle/
pangesticass
ya Alloh chay nanti klo kamu hamil kek mana /Sob//Sob//Sob/ jangan pergi to chayy /Gosh//Gosh//Gosh/
pangesticass
clarisa
pangesticass
memangnya dafri ga nyariin lagi apa/Doubt/
pangesticass
boleh lah /Pooh-pooh//Doge/
pangesticass
kan suamimu gapapa /Kiss//Ok//Good//Heart/
pangesticass
wahhh /Doge/
pangesticass
baiknya sarah /Kiss/
pangesticass
ciee dafri/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!