Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahanan Adik Kaisar

Tahanan Adik Kaisar

Status: tamat
Genre:Perperangan / Identitas Tersembunyi / Teman lama bertemu kembali / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cintapertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Huacheng Imut

Demi menghindari pernikahan politik dan memenuhi permintaan Ayahnya, Xiao Su Jin memalsukan identitasnya sebagai seorang laki-laki bernama Xiao Su Yeo ditengah-tengah krisis ekonomi dan politik yang sedang terjadi serta tindakan korupsi yang dilakukan oleh anggota kerajaan hingga merugikan rakyat.

Dengan berpura-pura menjadi anak angkat dari pasangan Eun Ji dan Xiao Xuluan, Xiao Su Yeo banyak menemukan masalah dalam hidupnya bahkan harus terlibat dalam urusan politik istana dan terikat hubungan Tuan dan Pelayan dengan Pangeran ketiga bernama Zhou Yuan.

Di waktu yang berbeda, Adik dari sang Kaisar, Mu Xinyang mulai mencurigai kebenaran dibalik Xiao Su Yeo. Dia mulai mencari tahu dibalik sosok Xiao Su Yeo yang merupakan Xiao Su Jin yang asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Huacheng Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 - Sihir Boneka Jerami

Kedatangan Zhou Yuan yang tiba-tiba dan terburu-buru begitu mengejutkan semua orang yang ada di istana pelayan terutama para pelayannya yang selalu siap berada di ruangannya. Mereka semua bingung mengapa Zhou Yuan kembali dengan membawa seorang laki-laki di atas kedua tangannya. Ditambah lagi, laki-laki itu tampak sangat kesakitan terutama pada bagian dadanya yang terasa sangat terbakar.

”Jangan diam saja! Panggilkan tabib Jiang sekarang juga!” pinta Zhou Yuan dengan tegas hingga memancing beberapa pelayan untuk segera pergi memenuhi keinginannya.

Zhou Yuan meletakkan tubuh Su Yeo di atas tempat tidur miliknya. Ia terlihat sangat kesakitan dan berkeringat banyak. Zhou Yuan mencoba meringankannya dengan mengelap keringat yang ada di dahinya dan memegang tangannya.

”Kenapa kejadian ini tiba-tiba terjadi?” batin Zhou Yuan yang terus memikirkannya.

”Kenapa kau malah membawaku ke istana? Bawa aku pulang ke rumah!” ucap Su Yeo dengan nada merintih kesakitan.

”Istana memiliki tabib yang lebih baik dari yang ada di rumahmu. Kau akan bisa lebih cepat sembuh kalau berada di sini.”

Su Yeo menggelengkan kepalanya, ”Tidak! Tidak boleh ada yang melihatku seperti ini. Aku harus pergi.” Su Yeo berusaha berjalan pergi meninggalkan tempat tidurnya akan tetapi, Zhou Yuan terus menahannya sehingga membuat langkahnya terhenti berkali-kali.

”Tunggu, Su Yeo! Kau belum bisa pergi!” ucap Zhou Yuan.

”Biarkan aku pergi!” Su Yeo tetap bersikeras pergi meninggalkan ruangan meski Zhou Yuan tidak akan membiarkannya pergi begitu saja. Kemudian, boneka jerami yang menjadi perantara dirinya kembali dipaku oleh seseorang pada bagian bahunya hingga ia langsung terjatuh sembari memegangi bahunya yang kesakitan.

”Mulai lagi! Kali ini sakitnya berada di tempat yang berbeda.” batin Zhou Yuan. Dia langsung mengangkat Su Yeo kembali saat ia tidak bisa melawan kemudian menaruhnya di atas kasur dan menyelimutinya dengan kain tebal.

”Saya memberi salam pada Yang mulia.” ucap tabib Jiang tidak akhirnya sampai ke tempat mereka. Dia tidak terlihat tua akan tetapi, dia paham jelas tentang ilmu pengobatan hingga akhirnya ia diangkat menjadi tabib kerajaan.

”Akhirnya kau datang. Tolong periksa pemuda ini. Dia mengeluh sakit di bagian dadanya tetapi tidak terlihat luka maupun penyakit apapun.” ucap Zhou Yuan yang langsung menatapnya.

Tabib Jiang mendekat untuk memeriksa. Su Yeo tampak berusaha untuk tidur akan tetapi, rasa sakit selalu membangunkannya. Tabib Jiang terlihat mencoba mengecek denyut nadinya serta menyentuh dadanya. Saat ia melakukannya, secara refleks, Zhou Yuan langsung mengangkat tangan tabib Jiang agar tidak menyentuhnya lebih lagi.

”Ada apa, Yang mulia? Anda akan mengganggu pemeriksaan.” ucap tabib Jiang seketika menoleh ke arahnya.

Dengan cepat, Zhou Yuan langsung melepas pegangan tangannya dan berkata, ”Maaf. Lanjutkan.”

Tabib Jiang meneruskan pemeriksaan. Awalnya ia tidak menunjukkan ekspresi apapun. Tetapi, saat ia mengecek denyut yang ada di lehernya, ia langsung memasang ekspresi terkejut seakan tidak percaya dengan yang baru saja dirasakannya.

”Apa? Apa yang terjadi padanya?” Zhou Yuan langsung bertanya ketika melihat tabib Jiang selesai memeriksanya.

”Sepertinya keadaannya sangat gawat Yang mulia. Kasus ini, ternyata sama dengan yang dialami oleh selir keempat. Seseorang telah menyerangnya dari jauh menggunakan perantara boneka.” Tabib Jiang menunjuk pada wajah Su Yeo yang dipenuhi pembuluh darah berwarna biru. ”... Dari garis pembuluh darah ini, aku tahu sebabnya. Ini sama yang terjadi pada selir keempat hanya saja pengaruhnya sangat buruk. Bisa saja dia akan mati dalam beberapa hari dan menghabiskan sisa hidupnya dengan penuh penderitaan. Orang yang bisa melakukannya, jelas adalah seorang penyihir.”

Wajah Zhou Yuan semakin bertambah cemas. Ternyata masih ada penyihir yang bisa lari dalam kebakaran yang terjadi di desa penyihir. Tapi yang menjadi pertanyaannya, bagaimana ia bisa melakukanya? Dia harus mengambil setidaknya bagian terkecil dari tubuh seseorang untuk melakukan sihir padanya meski hanya sehelai rambutnya saja. Untuk mengalahkan sihirnya, dia harus membunuh penyihir yang sudah melakukan ini padanya.

”Tolong jaga dia dengan baik. Jangan biarkan siapapun melihatnya. Dan jika kau melihat sesuatu yang aneh, jangan katakan pada siapapun. Aku akan segera mencari penyihir itu.”

”Baik, Yang mulia.”

Zhou Yuan mengepalkan tangannya dengan kuat dan menatap marah pada siapapun yang dilihatnya. Ia kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu. Dia menyuruh beberapa penjaga kepercayaannya untuk berjaga di depan pintu dan tidak membiarkan siapapun masuk. Ia pun akhirnya pergi menuju keluar jelas untuk mencari keberadaan penyihir yang masih tersisa.

”Perlu bantuan, Yang mulia?” cibir seorang pemuda yang bersandar pada dinding gerbang saat Zhou Yuan hendak keluar dari istana.

Zhou Yuan menoleh ke arah Wu Xing yang tampak sedang menunggunya. Dia terlihat mendung seperti dirinya seolah ia telah menyadari apa yang terjadi pada Su Yeo tadi. Wu Xing kemudian berjalan mendekatinya dan berhenti di sebelahnya.

”Aku tahu apa yang terjadi. Ada penyihir yang lepas dari kematian kan? Sepertinya dia mendapatkan setetes darah milik Su Yeo saat dia menyerangnya.” Wu Xing memberi jeda. ”... Aku juga sudah menduganya. Saat pertama kali bertemu kalian berdua, Su Yeo terluka di bagian bahunya tetapi dia tidak mengatakannya padamu. Kemudian kejadian ini terjadi.”

”Kenapa bukan kau yang mengatakannya padaku? Kau bilang dia baik-baik saja.” ucap Zhou Yuan tegas.

”Aku juga tidak tahu kalau kejadian ini akan terjadi. Aku juga tidak tahu akan ada satu orang yang bisa lari dari kebakaran itu.” jawab Wu Xing dengan santai.

Zhou Yuan segera mengabaikannya kemudian ia pun berjalan pergi menghampiri salah satu kereta kudanya disusul oleh Wu Xing di belakangnya. Sementara mereka pergi, Mu Xinyang yang mendengar keributan segera pergi dari istana kekaisaran menuju istana Pangeran.

”Maaf, Yang mulia. Anda tidak diizinkan masuk ke ruangan ini. Perintah dari Pangeran ketiga.” ucap seorang penjaga yang menjaga di depan pintunya.

”Apakah seorang Pangeran bisa melarang seorang putra mahkota masuk ke ruangannya? Aku ingin melihat siapa yang sedang sakit di dalam.” ucap Mu Xinyang.

”Maaf atas kelancangan kami, Yang mulia. Pangeran ketiga mengatakan untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke dalam ruangannya.”

Mu Xinyang menghela nafas. ”Baiklah, aku akan melakukannya dengan cara kasar.” ucapnya sembari memberi isyarat pada pasukan-pasukannya yang berdiri di belakangnya.

Kemudian, mereka semua menahan beberapa penjaga yang sempat melarangnya masuk. Setelah pintu tanpa penjagaan ini terbuka, Mu Xinyang segera berjalan memasukinya. Dia langsung disambut dengan keberadaan Tabib Jiang yang sedang mengusap wajah Su Yeo yang masih terlihat kesakitan seperti pagi tadi.

”Y- Yang mulia, bagaimana Anda bisa kemari?” Tabib Jiang langsung berdiri dan berjalan menghampirinya.

”Beberapa pasukan istana Pangeran tidak bisa menahan puluhan pasukan dari istana kekaisaran. Aku akan segera melihat siapa yang sedang terbaring di sana.”

Dengan mudah Mu Xinyang langsung menyambar Tabib Jiang dan melewatinya. Ia berjalan cepat menuju tempat tidur yang tertutup oleh kelambu. Aroma familar yang pernah menyapanya di suatu hari yang sangat buruk. Ketika ia telah membuka kelambunya, matanya terkejut menatap Su Yeo yang terbaring sana.

1
Murni Murniati
ini kok bisa dia dtuduh mau mmbunuh kaisar, apa dia djebak ato apa,
MelatiVrindavan
semoga selalu berbahagia & selalu mencintai..💃🕺🌹💃🕺🌹💃🕺🌹
Mdede91
kok udah end Thor..aku nggak setuju su Jin sama putra mahkota.aku maunya sama Zhou yan.dia yg awal mula bersama2 su jin.adegan mereka lebih banyak tp kenapa akhirnya sama putra mahkota?wu xing jg karakter yg mengesankan..terasa mau d cepat end aja nih
Lina Anna
ini kasim minta digeprek ganggu aja
Purwanto Purwanto
sangat bagus. singkat dan jelas, ceritanya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!