Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Bayangan Dibalik Layar

Mobil SUV hitam melaju membelah padatnya jalanan kota. Di dalam kabin yang senyap, atmosfer terasa begitu berat.

Marcus menghela napas panjang, memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku setelah selesai memberi instruksi cepat kepada tim Public Relations.

“Klarifikasi resmi sudah diproses,” kata Marcus pelan, melirik Ethan dari kaca spion tengah.

“Tim PR akan merilis pernyataan kalau kamu mengalami kelelahan ekstrem dan dehidrasi akibat intensitas syuting. Tapi Ethan... kamu tahu media tidak akan sejinak itu. Mereka melihatmu mengejar seorang wanita sebelum kamu pingsan di pinggir jalan depan rumah sakit kemarin. Cepat atau lambat, spekulasi liar akan berkembang.”

Ethan tidak menyahut. Ia menatap kosong ke luar jendela, menyaksikan deretan gedung pencakar langit yang membayang samar. Ucapan Marcus hanya memantul di kepalanya tanpa meninggalkan makna.

Yang ada di benaknya hanyalah raut wajah Mia sebelum wanita itu menghilang dari pandangannya.

“Aku tidak peduli apa kata media,” suara Ethan terdengar berat dan serak. ”Aku hanya ingin tahu di mana Mia sekarang.”

Sementara itu, di sebuah sudut restoran privat yang remang dan berkelas, Liam duduk santai menikmati secangkir kopi hitam. Di hadapannya, seorang pria berjas rapi meletakkan sebuah map cokelat yang tebal.

“Semuanya berjalan sesuai rencana, Pak Liam,” ujar pria itu setengah berbisik.

“Berita tentang Ethan yang kolaps di depan rumah sakit sudah menjadi headline di seluruh media hiburan. Pihak manajemennya saat ini sedang berusaha meredam rumor.”

Liam menyunggingkan senyum tipis, sebuah senyuman dingin tanpa kehangatan. Ia membuka map tersebut, menatap lembaran-lembaran laporan dengan tatapan puas.

“Bagus,” kata Liam pelan, suaranya halus namun mematikan.

“Bagaimana dengan Nona Mia?” tanya pria berjas itu ragu. Pria yang sejak awal diminta Liam untuk menyelidiki wanita yang sudah mencuri hatinya sejak pertama kali Liam melihatnya.

Liam menyesap kopinya perlahan. “Mia ada di tempat aman. Tempat di mana dia hanya bisa melihatku sebagai satu-satunya pelindungnya. Pastikan tidak ada satu pun orang luar, terutama orang-orang Ethan yang tahu keberadaannya di penthouse.”

Liam menyandarkan punggungnya di kursi. Setiap langkahnya telah diperhitungkan secara sistematis. Dengan membuat Mia merasa berutang budi dan bergantung sepenuhnya padanya, ia tidak hanya berhasil memenangkan hati wanita itu, tetapi juga memegang kendali atas titik lemah terbesar Ethan.

Kembali ke penthouse, Mia baru saja selesai menata barang-barang kebutuhan pribadi yang dibawakan Liam. Rumah yang begitu luas dan megah itu terasa sangat asing sekaligus menghimpit.

Ia melangkah mendekati jendela kaca besar yang menampilkan pemandangan kota dari ketinggian.

Di tangannya, ponsel yang masih mati terasa begitu berat. Ada dorongan kuat dalam dirinya untuk menyalakan benda itu, untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di luar sana.

Namun, rasa takut akan trauma baru terus menahannya.

Ia meletakkan ponselnya di atas meja konsol, lalu mengusap wajahnya yang lelah. Kebaikan Liam terasa seperti pelindung di tengah badai, tetapi di sudut hatinya yang paling dalam, ada rasa cemas yang tak bisa ia jelaskan. Sebuah kecemasan yang terus berbisik bahwa badai yang sesungguhnya baru saja dimulai.

****

Ethan menghempaskan tubuhnya ke atas sofa kulit di ruang tamu rumahnya. Gemerlap lampu kota yang menyusup dari balik tirai terasa menyiksa matanya.

Tubuhnya memang ada di sana, tetapi pikirannya masih tertinggal di lorong-lorong jalanan tempat ia kehilangan jejak Mia.

Marcus melangkah masuk tanpa melepas sepatunya. Ia meletakkan sebuah map hitam tebal di atas meja kaca, tepat di hadapan Ethan. Gesekan map itu memecah keheningan yang mencekam.

“Ini jadwal revisi dari pihak studio,” ujar Marcus tanpa basa-basi, suaranya kini kembali tegas, menyisakan sedikit sisa simpati yang tadi ada di mobil.

Ethan bahkan tidak melirik map tersebut. “Aku tidak butuh jadwal syuting, Marcus. Aku butuh lokasiny—”

“Ethan, dengarkan aku!” potong Marcus, suaranya meninggi setengah oktaf. Ia membungkuk, menekan kedua telapak tangannya ke tepi meja.

“Rumor tentang kamu pingsan dan mengejar seorang wanita sudah mulai menggoyang kepercayaan investor. Kalau kamu mangkir lagi besok, penundaan ini tidak hanya membuat produksi membengkak, tapi juga memicu klaim wanprestasi.”

Marcus menarik napas panjang, merapikan jasnya sebelum melanjutkan dengan nada yang jauh lebih menekan.

“Liam bukan sekadar investor biasa di proyek film ini. Dia pegang saham mayoritas untuk pembiayaannya. Kalau dia merasa kamu tidak profesional dan memutuskan untuk menarik dana atau menuntut ganti rugi atas keterlambatan ini, manajemen kita tidak akan sanggup menanggungnya.

“Kamu mau kariermu yang dibangun sepuluh tahun hancur cuma-cuma? Kamu mau kita dituntut ganti rugi ratusan juta dolar?”

Ethan memejamkan mata rapat-rapat. Nama Liam yang diucapkan Marcus terasa menampar kesadarannya. Ia tidak tahu mengapa, tetapi setiap kali nama pria itu disebut di tengah kekacauan ini, ada naluri bahaya yang berdering keras di dadanya.

“Liam...” gumam Ethan serak, matanya terbuka perlahan, menampilkan tatapan tajam yang dipenuhi kecurigaan.

“Kenapa dia selalu ada di setiap celah masalahku?” gumamnya, teringat saat Liam menawarkan tumpangan pada Mia pada malam itu.

Marcus terdiam sejenak. Sorot mata Ethan yang dipenuhi kecurigaan membuat manajer itu mengerutkan dahi.

“Liam itu pebisnis, Ethan. Dia cuma melindungi investasinya. Liam adalah pria yang pantang rugi,” balas Marcus, mencoba meyakinkan, meski ada nada ragu yang menyelinap halus di suaranya.

“Besok pagi kamu harus ada di lokasi syuting. Tunjukkan kalau rumor itu cuma sampah. Setelah itu, kita cari Mia sama-sama. Aku janji.”

Ethan tidak menjawab. Ia mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Nalurinya sebagai pria tidak pernah salah. Kehadiran Liam yang terlalu pas di setiap momen kritis bukan sekadar kebetulan, itu adalah sebuah pola.

Sementara itu, di penthouse mewah yang sepi, malam makin larut. Mia duduk di tepi tempat tidur berukuran king-size. Kamar itu sangat indah, dipenuhi fasilitas kelas satu, namun Mia merasa seperti seorang tahanan yang dipenjara dalam sangkar emas.

Suara langkah kaki yang teratur dari luar kamar membuat Mia menegakkan tubuhnya. Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan Liam yang sudah melepas jasnya. Ia hanya mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, menampilkan kesan hangat dan

perhatian.

“Belum tidur, Mia?” tanya Liam lembut sambil membawa segelas susu hangat dan meletakkannya di meja samping

tempat tidur.

Mia tersenyum tipis, mencoba menghargai kebaikan pria itu.

“Belum, Liam. Masih... agak asing dengan suasananya,” ucapnya sungkan.

Liam duduk di kursi tunggal tak jauh dari tempat tidur, menatap Mia dengan tatapan yang penuh rasa penguasaan yang tersembunyi rapat di balik kepedulian.

“Istirahatlah. Di sini kamu aman dari media dan dari siapa pun yang ingin menyakitimu,” ucap Liam dengan suara rendah yang menenangkan.

“Ethan sedang sibuk dengan skandalnya sendiri di luar sana. Kamu tidak perlu memikirkan dia lagi.”

Mia menunduk, dadanya terasa sesak saat nama Ethan disebut. “Apakah... berita di luar sana sangat buruk?”

Liam mengangguk perlahan, berpura-pura prihatin. “Media sedang menyorotnya habis-habisan. Dia terlihat sangat tidak stabil, Mia. Kurasa, untuk saat ini, menjauh darinya adalah pilihan terbaik untuk keselamatanmu sendiri.”

Kata-kata Liam meresap perlahan ke dalam pikiran Mia, menanamkan benih keraguan dan rasa asing yang semakin besar terhadap Ethan. Mia tidak menyadari bahwa setiap kalimat yang diucapkan Liam adalah benang halus yang dirajut untuk mengisolasi dirinya dari dunia luar

–tbc–

1
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
penyesalan pasti dtngnya belakangan.....
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
Tiara Bella
baru terasa setelah gk ada ya kan Ethan.....
Tiara Bella
salam kenal aku mampir Thor.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): salam kenal juga. makasih udah mampir😊😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!