Rasa percaya menikahi orang yang sejak kecil ku kenal mungkin akan membuat ku mudah nantinya merajut cinta setelah pernikahan,karena kami sudah saling mengenal satu sama lain.Hingga akhirnya aku menepiskan keraguanku dan menerima lamaran Yoga untuk menikahiku.Namun faktanya adalah cinta yang terjalin cinta yang tak terduga sama sekali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wulan sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9....
Malam pun tiba,Airin mulai mencoba mempraktekkan contoh yang dia bahas tadi bersama Reihan.Agar terkesan menjadi wanita nakal yang menggoda seorang pria Airin memutuskan untuk sedikit beradegan menjadi cat women saat menyambut kedatangan Yoga pulang ke rumah.
"Ting..tong..."
Bel pintu berbunyi.
Dengan sangat yakin bahwa itu adalah Yoga,tanpa mempertimbangkan hal lain yang akan terjadi Airin pun memulai aksinya.
Memakai kostum berbahan karet berwarna hitam yang ketat hingga membentuk lekuk tubuhnya,di tambah penutup mata yang dia kenakan, bersandar pada sebuah dinding pembatas yang berada di depan pintu masuk Airin pun siap menjadi wanita nakal yang menggoda.
"Assalamualaikum....."
Ucap Yoga masuk ke rumah dan menyalakan lampu.Ternyata aksi Airin salah tempat dan waktu.Menduga bahwa Airin kali ini akan pulang lama seperti biasa, Yoga pun pulang dengan membawa beberapa staff kantornya ke rumah untuk nonton bola bareng.Namun Airin yang malang tidak mengetahui hal tersebut karena matanya sudah di tutup dengan kain yang di ikat di kepalanya dan siap memulai aksinya menjadi wanita nakal.
"Waalaikumsalam sayang......."
Jawab Airin mendesah dengan tubuh yang bersandar,tangan kanan yang menjuntai ke atas memamerkan lekuk tubuhnya yang indah yang dia kira hanya ada Yoga saja yang melihatnya.
Dan sayangnya bukanya tergoda,Yoga malah terdiam terperangah dengan tidak berkedip melihat keanehan tingkah Airin yang tak seperti biasanya di tambah lagi kehadiran dari beberapa staff nya yang ada di rumah,Yoga semakin tak dapat berkata kata walaupun sekedar untuk memperingatkan Airin bahwa sedang ada tamu di rumah mereka.
Merasa yakin bahwa Yoga mulai tergoda,Airin pun melanjutkan aksinya dengan berjalan secara lemah gemulai ke arah depan menuju Yoga.
"Kenapa sayang....?"
"Kenapa kau tidak bersuara?"
"Oww.....meeaauuuu..."
"Dimana kau sayang....?"
Kata Airin benar benar seperti wanita nakal yang menggoda.Hingga akhirnya langkahnya terhenti karena menabrak Yoga yang berdiri tepat di depannya.
"Owww...kau disini rupanya..."
Airin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yoga.
"Ai...apa yang kau lakukan?"
Tanya Yoga berbisik di telinga Airin.
"Apa?"
"Tentu saja ingin bercinta...."
Jawab Airin sambil mengendus seluruh tubuh Yoga dengan mata tertutup.
"Iya....tapi sebaiknya jangan disini dan tidak sekarang...."
Dengan gelisah Yoga coba menolak Airin yang semakin tidak terkendali.
"Kenapa sayang.....?"
Tanya Airin dengan nada mendesah.
"Karena....karena....?"
Yoga seolah tak mampu mengatakannya.
"Ow....sayang...."
"Jagan gugup seperti itu,ayolah aku akan melucuti costume mu..."
Aja Airin semakin liat.
"Iya...tapi...masalahnya kita sedang ada tamu,dan...mereka sedang melihat kita...."
Dengan terbata bata akhirnya Yoga berhasil mengatakan situasi rumah yang sedang kedatangan tamu yaitu teman temannya.
Airin yang begitu agresif pun langsung terdiam dengan mulut ternganga di ikuti gerak tubuh yang langsung kaku..Perlahan dia membuka penutup matanya dan perlahan menoleh ke arah tempat teman teman yoga berdiri yang sejak tadi sudah melihat aksi nya.Bahkan sama halnya dengan Airin,antara menikmati dengan terheran heran mereka jug terperangah tanpa berkedip sejak tadi melihat aksi Airin yang menjadi wanita nakal.
Airin pun kembali lagi menoleh ke arah Yoga yang tak mampu lagi berkata apa pun.Seolah mengalami syok yang luar biasa karena menahan malu,Airin pun langsung terjatuh pingsan di hadapan Yoga.
"Airin.....!"
Panggil Yoga dengan sigap menangkap Airin yang jatuh pingsan.
"Ehm...."
"Teman teman,seperti ya pesta nobar bola kita kali ini tidak bisa kita lanjutkan.Dan aku harap apa yang kalian lihat hari ini akan kalian hapus dari memory ingatan kalian,please ku mohon...."
Ujar Yoga yang secara tidak langsung telah mengusir teman temannya dari rumahnya.
Seolah seperti teman yang solid yang mengerti keadaan temannya,tanpa tanya mereka pun bubar dan keluar dari rumah Yoga.
Yoga pun segera menggendong Airin ke kamar dan coba membuat Airin sadar.
"Airin....Airin...!"
Panggil Yoga coba membuat Airin. sadar sambil memukul mukul pelan pipi Airin yang sudah di baringkan di tempat tidur.Namun rasa malu dan syok benar benar membuat Airin susah untuk sadarkan diri.
Yoga berpikir selain syok mungkin Airin juga kelelahan karena pekerjannya.Yoga pun berfikir untuk membiarkan Airin beristirahat sejenak dan meninggalkan Airin di kamar.
Sementara itu,hal yang hampir sama juga terjadi di rumah Reihan.Tadinya menurut Reihan semua hal yang di sarankan Airin rekomendasi dari buku yang dia baca adalah sebuah kebodohan,namun dia teringat akan kata kata dari Airin bak sebuah nasihat yaitu
"Kalau kita belum mencobanya bagaimana kita bis tahu berhasil atau tidak...."
Dan Reihan pun berniat mencobanya.
Dengan menarik nafas yang amat panjang,Reihan membuka pintu dan akting pun di mulai dengan berusaha menjadi suami yang romantis.
"Sayangku Danira....."
Teriak Reihan memanggil Danira saat masuk ke rumah dengan harapan Danira berlari ke arahnya untuk menyambut kedatangannya.
Namun kenyataannya yang terjadi tidak seperti yang dia harapkan.
Keadaan Rumah terlihat sepi,tidak ada seoarang pun yang menyambut kedatangannya dan hal itulah yang sebenarnya hari hari terjadi di rumah mereka.
Dengan putus asa Reihan pun menghempaskan kedua tangan yang tadinya dia rentangkan untuk menyambut Danira yang tadinya dia pikir akan berlari memeluk dirinya dengan begitu senang.
"Hemmm..."
"Pasti Danira belum pulang...malang sekali nasibmu menjadi suami dari seorang wanita karir yang sukses Reihan...."
Gumam Reihan pada dirinya sendiri.
Dengan langkah yang tertatih Reihan menaiki anak tangga menuju kamarnya.Sejenak dia berhenti di depan kamar Raja dengan keadaan pintu kamar yang terbuka terlihat Raja sedang bermain biola,sebuah yang sangat dia tidak sukai dari putranya karena dia menginginkam agar Raja menjadi seorang pemain sepak bola yang hebat seperti dirinya dulu.Namun sayangnya Raja lebih tertarik bermain biola dari pada bermain bola.
"Hey....lelaki bertulang lunak...!"
Panggil Reihan.
"Ya ayah....."
Jawab Raja gugup,karena takut Reihan marah ketika melihat dia berlatih biola.
"Dimana ibumu?"
Tanya Reihan...
"Ibu sudah pulang dan sekarang mungkin di kamarnya..."
Jawab Raja terbatah bantah.
"Hemm..."
"Lalu dimana nenek...?"
Tanya Reihan lagi.
"Nenek...."
"Aku tidak tahu ayah..."
Jawab Raja menggelengkan kepala lalu merunduk.
"Hemmm...."
"Memang apa lagi yang kau tahu selain ibu mu dan biola mu itu..."
Sambung Reihan kesal dan pergi meninggalkan Putranya.
Ternyata benar,Danira ada di kamar sedang duduk dengan gaun tidur yang sexsy membelakangi pintu kamar.Reihan pun berfikir coba mengulangi hal konyol yang di anjurkan Airin.Perlahan dan dengan mengendap endap Reihan mendekati Danira yang ternyata sedang melakukan perawatan dengan menggunakan masker di wajahnya.
"Hai sayang........."
"Kau disini rupanya..."
"Satu hari ini entah kenapa aku sangat merindukanmu.
Kata Reihan memeluk Danira dari belakang dan mengeluarkan kata kata rayuan dimana dia sendiri pun merasa aneh dengan kalimat itu.Terlebih lebih Danira.
"Sayang kenapa pipimu terasa begitu kasar dan matamu terasa begitu dingin."
Tanya Reihan lagi yang sedang membelai wajah Danira dari belakang yang tengah menggunakan masker tanpa dia lihat.
"Tapi tak mengapa sayang,bagiku kau terlihat begitu cantik dan aku ingin kita menikmati cinta malam ini bersamamu...."
Sambung Reihan yang tanpa dia sadar telah merusak masker Danira dan tentu saja hal itu membuat Danira marah .
"Dengan masker wajah yang telah kau rusak ini..."
Respon Danira berbalik ke arah Reihan yang terlihat begitu kesal dengan ulah Reihan yang telah merusak maskernya saat perawatan.
"O..ow....."
Kata Reihan sambil mengangkat kedua tangannya layaknya seperti pencuri yang tertangkap basah.
Bersambung......
Terimakasih