Cerutu berdiameter serupa ibu jari orang dewasa dengan panjang mungkin lebih mengarah pada telunjuk, santai terselip di antara jari jemari seorang pria yang terduduk santai di ruangannya. Helai-helai putih rambutnya terpaut apik ke belakang seluruhnya, menjadi simbol usia yang tak lagi muda. Namun masih cukup terlihat kekar di banyaknya waktu yang telah dijalaninya sampai detik ini.
Wang Junli--ayah Wang Dong.
"Fiuh ...."
Kepulan asap hasil hisapan dari cerutu di mulutnya, memendar memenuhi udara di sekitaran.
Kegiatan itu sebentuk situasi menanti untuk pria itu.
Ya ... menanti hasil perintahnya.
Dan waktu pun menyambut pada akhirnya.
Di hisapan mendaki ke sekian, benda berapi seukuran telunjuk itu tak sampai menempel di bibirnya. Suara berdebam dari arah pintu menjadi pemecah irama tenangnya saat ini.
Dua orang pria, datang berdampingan memberi informasi, "Bos, orangnya sudah dibawa! Ada di depan pintu perusahaan!" kata salah satunya tentu saja.
Wang Junli menanggapi semangat, "Bawa dia untuk menemuiku!" titahnya yang tentu langsung diangguki kedua pesuruhnya tersebut. Mereka berlalu tanpa menimpal apa pun setelahnya.
Tak lama, pintu kembali terketuk dari luar.
"Masuk!" Wang Junli menyahuti.
Hanya sepuluh detik saja.
Sosok yang dinantikannya sampai menghabiskan berbatang-batang cerutu itu, kini jelas menunjukkan batang hidung, berdiri tepat di hadapannya.
Lin Mu.
Berjejer tujuh orang pria di belakangnya yang bertindak sebagai pendorong, hingga tapak kakinya sampai di ruangan ini. Dipandangnya lekat, sosok tua yang terduduk santai di sejurus lurus posisinya berdiri saat ini--berseberangan.
"Bocah! Apakah kamu tahu, masalah apa yang sudah kamu buat?!" Suara Wang Junli menggelegar menguasai atmosfer sunyi di ruangan miliknya tersebut. "Wang Dong adalah putraku!" Ia mengakui lantas.
Hhuhh ....
Setelah sejenak mencerna kalimat itu, Lin Mu dengan ringan menanggapi, "Oh, masalah ini?" ujarnya santai. "Anak dipukul lalu orang tuanya keluar?"
PROK PROK PROK
Sepasang tangan…
Aku Seorang Sampah
Episode 13
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Supriadi
mantap
2024-03-19
0
Akhmad Muhid
lanjut
2022-06-10
0
Jimmy Avolution
Terus...
2022-03-28
0