"Belakangan ini akan ada orang Eropa muncul di Donghai. Dia adalah seorang pembunuh bayaran," ungkap Lin Mu dalam keseriusannya.
Sebuah kotak kecil berwarna coklat tersangga apik telapak di tangannya yang terjulur sedikit ke depan. "Aku ingin kalian membantuku untuk mencarinya."
Semua yang hadir di ruangan itu saling beradu pandang, sebelum akhirnya salah seorang yang memiliki luka gores di wajah melemparkan pertanyaan, "Apakah orang ini memiliki ciri khusus?"
Lin Mu mengalihkan pandang spontan pada pria itu. Rautnya cukup menyayangkan. "Masih belum jelas. Sekarang aku hanya tahu, kalau dia orang Eropa. Jadi, kalian harus perhatikan orang asing yang baru masuk." Entah itu sebuah saran, atau menambah tumpukan beban orang-orang itu.
Pria botak dengan kumis tipis menanggapi dengan dahi mengernyit. "Tuan Lin, ini ... sepertinya terlalu sulit, bukan?"
Yang lalu ditimpal oleh pria pemilik rambut mohawk dengan raut tak jauh berbeda, "Benar, banyak sekali orang asing masuk ke Donghai. Jika tidak tahu cirinya, bukankah sama saja mencari jarum di tumpukan jerami?"
"Sedangkan mengikuti seorang pembunuh sangat berbahaya, salah langkah akan kehilangan nyawa!" Si botak lagi menambahkan seraya mengangkat tubuh untuk berdiri. Wajah cemasnya tak bisa ia sembunyikan.
"Aku memahami kekhawatiran kalian semua," ujar Lin Mu. Senyuman tipis saja ia sunggingkan. "Tapi semakin tinggi sebuah resiko, semakin besar manfaatnya." Benda sebesar kotak korek api di tangannya itu ia buka. Sebutir pil hasil racikannya berada di dalamnya. "Kalian hanya membantuku menemukan pembunuh itu, lalu akan kuberikan obat ini." Disodorkannya benda itu ke depan.
"Tuan Lin, ini ...?" Si pria mohawk menatap benda itu bingung. Hatinya mungkin berkicau, bukankah ini konyol?
Lin Mu memahami tatapan mereka. Ia lantas bangkit dari tempatnya. Mengambil posisi tepat di tengah-tengah mereka. "Siapa di antara kalian yang berani bersama denganku memperagakan sesuatu, untuk mengetahui kekuatan pil-ku ini?" tantangnya.
Orang-o…
Aku Seorang Sampah
Episode 77
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments