BIRO KEAMANAN KOTA DONGHAI
Gedung menjulang dengan banyak sekatan ruang itu nampak ramai. Beragam aktifitas hukum lalu lalang dihiasi berbagai ekspresi.
Di sebuah ruangan.
Tersekat sebuah meja berwarna biru persegi panjang, Zhou Shiyun tengah berhadapan dengan seorang polisi. Keduanya baru saja usai melakukan sesi interogasi, di mana Zhou bertindak sebagai saksi atas kekacauan yang terjadi di Yinghuang Zhaoge, dengan terduga dalang masalah jatuh pada Lin Mu.
"Anak muda bernama Lin tadi sudah mengaku, selanjutnya Nona sudah bisa pergi," kata polisi itu seraya mencatat bait akhir di komputernya.
"Pak Polisi, tadi itu benar-benar mereka yang memulai duluan. Aku diculik, dan Lin Mu datang menolong. Kami hanya me--"
"Sudah!" sergah polisi itu memungkas kalimat Zhou Shiyun. "Kami akan memeriksa lebih jelas masalah ini!" tandasnya.
Cukup terhenyak Zhou Shiyun menanggapi. "Lin Mu sekarang ada di mana? Selanjutnya sekarang dia akan bagaimana?!" tanyanya dalam mode cemas bercampur gusar.
Polisi itu hanya menyikapi dengan gelengan tipis.
___
PUSAT PENAHANAN
Berderet ruang dengan jeruji besi nampak naas terlihat. Ratusan orang berjejal terbagi berdasarkan kejahatan yang mereka buat, mengisi setiap petak.
Dan Lin Mu berada di salah satunya.
"Sekarang aku akan memberikanmu sedikit pelajaran!"
"Ugghhh!!"
Kepalan tangan Lin Mu mendarat di salah satu pipi pria residivis yang berada satu ruang tahanan dengannya
Sepertinya ia terusik. Karena pemuda itu tidak akan memulai jika tak ada yang mencubitnya.
"Aaarrggh!" teriak pria itu ketika punggungnya keras membentur tembok.
"Aku ingin istirahat! Jika kamu mengerti, jangan menggangguku!" seru Lin Mu memperingatkan. Kedua tangannya masih belum turun dari angkat kepalnya.
Hari ini cukup merepotkan sepertinya--bagi Lin Mu.
Dua orang pria menghampiri pria yang terpental itu untuk menolongnya terbangun.
"Kenapa kalian malah bengong?! Serang dia!" Pria korban tonjokan Lin Mu berseru lantang pada teman-temannya, seraya memegangi dada yang cukup…
Aku Seorang Sampah
Episode 72
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Setiyawan
gak usah gubris omongan gak jelas, terus berkaya aja. GA...S........
2022-03-19
1
Rameli Rameli
lanjuuuuut....
2022-03-01
1