"Aku sudah lama mendengar tentangmu!" kata Lin Mu mengarah pada perampok yang masih kuat mencengkram Polisi Wang. "Kak Lai, ini adalah hadiah pertemuanku untukmu!" lanjutnya seraya memperlihatkan sebuah tas berwarna coklat yang ia gamit dari seorang perempuan di belakangnya tersekat garis polisi.
"Hey! Pria baju putih merampok tasku!" teriak wanita pemilik tas. Tapi apa daya, tak ada yang bisa dilakukannya. Ia tentu takut jika harus melakukan perlawanan. Pun dengan semua orang--tak ada bedanya, sama-sama tak ingin terlibat.
Perhatian semuanya kini terfokus pada apa yang akan dilakukan pemuda itu--Lin Mu.
"Kak Lai, kamu adalah idolaku sejak kecil, aku ingin menjadi pahlawan sepertimu," kata Lin Mu berkelakar. Iras manisnya ia buat sememelas mungkin. "Gadis ini mengejarku seharian, alhasil kamu bisa menangkapnya dalam sekejap!" Ia mungkin tengah mengadu. Kali ini wajahnya berganti sedikit bersemangat
Petugas Wang si polwan itu membelalakan matanya, menatap Lin Mu dengan raut marah hingga memerah. "Aku tahu kamu bukan orang baik! Kamu adalah penjahat seperti Lai Zidong!"
"Tutup mulutmu!" Lin Mu menghardiknya keras. "Kamu tidak lihat, aku sedang berbicara dengan Kak Lai?" Sorot mata hijaunya membalas tak kalah menyala.
"Jangan omong kosong!" Lai Zidong berteriak menyembur Lin Mu. "Siapkan mobil! Kita bicarakan nanti setelah meninggalkan tempat ini!" Seraya menekankan moncong pistolnya semakin kuat ke pelipis Petugas Wang, hingga wanita itu berkali-kali meringis menahan sakit.
"Baiklah," kata Lin Mu dengan anggukan tipis. "Mobil gadis ini ada di sekitar sini. Kak Lai tunggu sebentar, ya!" Ia laju berbalik badan kembali ke arah kerumunan. Namun ....
"Aduh, Kak Lai, hati-hati dengan penembak jitu! Ada pantulan dari jendela sebelah sana!" seru Lin Mu seraya mengarahkan telunjuknya, menunjuk sebuah gedung yang menjulang menyerupai susunan apartemen.
"Apa katamu?!" Lai Zidong--si begundal, tentu terkejut. Diikutinya kemana telunjuk Lin Mu mengarah. "Brengsek! Kamu menipuku! S…
Aku Seorang Sampah
Episode 35
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments