"Kelihatannya semua sandera ada di sini." Lin Mu bergumam.
Sekitar sepuluh orang banyaknya, dengan dua di antaranya adalah anak kecil usia sekolah dasar yang duduk meringsut di masing-masing kiri dan kanan pelukan ayahnya. Mereka duduk ketakutan di sudut dan tepian ruangan, menyandari dinding.
Lin Mu menyapukan tatapnya mengabsen satu demi satu wajah-wajah resah itu. Ia masih berdiri di tempatnya, usai menumbangkan si Botak dengan otot kawat yang tak berguna. Di bawah kakinya, pria itu terkapar tak berdaya. Entah masih bernapas, atau tidak.
Sampai tatapannya jatuh pada sesuatu yang tergeletak di sudut paling kanan ruangan. Tak ada benda lain di tempat itu sebagai saingan untuk mencuri perhatian Lin Mu.
Oke, ia mulai melangkah, mendekati benda yang siapa pun tahu, itu adalah sebuah tas. Jumlahnya dua dan saling berdekatan.
Bertopang pada satu lutut yang disentuhkannya ke lantai, dan satu kaki lainnya berjongkok bagaimana biasa, Lin Mu mulai menyentuh resleting yang memanjang di bagian tengah atas tas berjinjing tersebut. Bentuknya sangat mirip tas yang biasa dibawa ibu-ibu menyusui bertamasya ke taman kota dengan berjejal peralatan bayi di dalamnya, namun yang ini ukurannya jauh lebih besar.
SREEETTT ....
Benar saja, kata hati Lin Mu setelah melihat isi di dalam salah satu tas yang baru saja disibaknya.
Tak bisa diprediksi jumlahnya, lembar-lembar uang pecahan paling tinggi di negara itu, sudah dikelompokkan menjadi bentuk gepokan, mengisi padat ruang tas jumbo di hadapannya.
Cukup takjub pemuda itu memandangnya.
Mereka ternyata sudah merampok uang sebanyak ini, dan bukan yang bernomor seri.
Sekerling mata Lin Mu melihat ke arah para sandera yang masih terpojok naas di tempatnya.
Para sandera itu masih belum mengetahui identitasku. Kalau begitu ....
Seringai senang, tipis saja, dipulas Lin Mu dari balik masker buff-nya.
Mungkin sebaiknya jangan lagi membuang waktu, pikirnya. Resleting tas itu dikembalikannya ke posisi menutup. Ia lalu bangkit, menggamit serta dua jin…
Aku Seorang Sampah
Episode 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Josss...
2022-03-28
1