Lin Mu, Song Yuru dan kedua temannya, saat ini tengah berjalan berjejer memasuki sebuah tempat makan yang letaknya tak jauh dari kediaman mereka.
"Akhirnya makan juga. Aku sangat lapar," kata Zixi di tengah langkahnya.
"Mengapa kantin begitu sepi hari ini?" Lin Mu bergumam pelan. Memasang wajah sedikit heran mengamati keadaan sekitar.
"Eh, dia datang ke kantin! Jarang terlihat!" Mulut cerewet Zixi lagi-lagi berkomentar. Kali ini ucapannya mengarah pada sosok asing yang berdiri di tengah antrean kantin, terasa tak seperti biasanya, menurutnya.
Seorang gadis, dengan rambut hitam terburai lurus melewati pinggang, gaun sederhana tanpa lengan yang panjangnya hampir menyentuh mata kaki, memperlihatkan keanggunan yang terasa berbeda dalam pandangan siapa pun yang melihatnya, termasuk Lin Mu dan ketiga wanita yang datang bersamanya.
Dan seperti menyadari tengah diperhatikan, gadis itu menghela pandangnya ke arah Lin Mu dan lainnya dengan gerakan slow motion.
Sorot mata itu ... sedikit melukiskan sikap dingin yang sulit dideskripsikan hanya dengan memandangnya sekilas saja.
Namun lain dari pada itu, Lin Mu menanggapi sedikit membelok dari sekedar tatapan matanya.
Itu ....
Sepersekian detik saja, mata tajamnya menangkap sesuatu dari tubuh si wanita asing, tepat di bagian dadanya. Seperti cahaya biru yang memancar remang membentuk lingkaran.
Di dalam tubuhnya ada aura sejati yang kental, Lin Mu menyimpulkan. Bingkai matanya melebar terperangah atas apa yang berhasil ia dapatkan atas penglihatannya.
Seperti magnet yang menarik untuk terus menatapnya, terasa sulit mengalihkan pandang dari wanita itu, ia merasakan.
Luar biasa!
"Wanita itu cantik, 'kan?"
Ha?
Pertanyaan Zixi berhasil menyentak mode telisik Lin Mu. Pemuda itu menolehnya cepat-cepat. "Iya. Melihatnya membuat orang merasa gembira," jawabnya langsung saja tanpa berpikir. "Aarggh!!" teriaknya kemudian. Satu kaki dengan sepatu ber-hak cukup tinggi milik Zixi, menginjak kakinya cukup keras. "Kamu ini kenapa?!" Lin Mu meng…
Aku Seorang Sampah
Episode 36
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Pamot Alamsyah
nah....tuh kan.... jadi dech... poli***!
2022-01-17
0