Keesokan paginya.
Hari ini, tatanan langit cukup cerah sepertinya. Pendar-pendar cahaya matahari yang menyelinap melalui lubang-lubang ventilasi juga jendela, nampak tegas menyorot di antara dingin yang menyergap. Cukup merubah rasa menjadi sedikit lebih hangat.
"Waktunya makan!" Zixi berseru semangat. Sendok dan garpu di masing-masing kiri dan kanan tangannya, diketuk-ketukannya nyaring pada piring kosongnya dengan wajah riang, persis kelakuan seorang bocah--bocah dengan buah dada berukuran giant, idola para pria juga lansia. Bergeluguk air liur jika terus ditatap secara intens.
Tapi Lin Mu sepertinya sudah terlalu biasa dengan itu, hingga terasa basi dalam pandangnya.
"Makanan yang dimasak Mu sangat enak," komentar Song Yuru setelah menyuapkan satu sendok makanannya ke mulut dengan lahap. "Aku ingin memakannya seumur hidupku." Ia sudah cantik dengan tampilan formalnya seperti biasa--hendak menuju kampus. Rok span selutut juga blazer hitam yang sedikit ketat membungkus tubuhnya yang semampai bak gitar Espanyola.
Lin Mu hanya menanggapi dengan senyuman, tak terlalu berminat. Pikirannya berkalang kabut terbang entah kemana.
"Kemarin malam apa ada masalah? Kenapa kamu pulang telat sekali?" Zixi bertanya pada Lin Mu dengan satu tangan menopang dagu, dan satu lainnya masih sibuk memainkan sendok di atas piring makanannya.
"Tidak ada apa-apa," Lin Mu menyahut sekenanya. "Hanya bertemu dengan teman lama, dan mengobrol sampai malam," lanjutnya tanpa mengalihkan fokusnya dari makanan.
"Benarkah?" cecar Zixi tak yakin. Kali ini satu tangannya ikut naik menopang dagu, sedang oppaii gembulnya tersangga di atas meja tanpa tenaga.
Mohon maaf, lagi-lagi oppai.
"Apa harus berbohong?" Lin Mu membalas sedikit gusar. Gelas berisi air putih diambil lalu diteguknya. Ia berbohong, jelas saja!
"Haha! Mu, kamu jangan pedulikan Zixi. Dia memang selalu penasaran!" Gadis yang gemar mengenakan kemeja menimpal dengan kekehan.
Tak ada balasan, Lin Mu meneruskan santapnya dalam ekspresi datar, b…
Aku Seorang Sampah
Episode 46
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 77 Episodes
Comments
Supriadi
keren thoor lanjut
2024-03-21
0
Nitizen Enamdua
keren tor .. lanjut
2022-01-13
1