Nara duduk di teras rumah, menikmati udara pagi yang sejuk dan menyegarkan. Sesekali dia menyapa penduduk sekitar yang lewat. Saat pagi mereka di sibukkan dengan aktifitas masing-masing. Ada yang bersiap untuk bersekolah atau ke sawah dan kebun. Kebanyakan para penduduk di sini berprofesi sebagai petani.
“Mbak, pohon mangga disana punya Nek Imah?” tanya Nara pada seorang wanita paruh baya yang bertugas mengurusi pekerjaan rumah tangga.
Mbak Wiwit akan datang setiap pukul tujuh pagi dan pulang sore harinya.
“Iya. Nara mau? Sebentar tak ambilkan.” Mbak Wiwit meletakkan sapu lidi yang dia gunakan untuk membersihkan halaman.
“Gak usah, Mbak. Saya cuma tanya saja, kok.”
“Ya, sudah Mbak mau bersih-bersih rumah dulu kalau gitu.” Mbak Wiwit masuk ke dalam rumah untuk melakukan tugas selanjutnya.
Alfian duduk di samping Nara. Dia sudah berpakaian rapi dan wangi. Bau parfumnya sampai membuat Nara ingin mengeluarkan si perutnya.
Nara bergeser sedikit menjauh dari Alfian, “Kamu pakai parfum satu botol setiap hari, ya? Aku jadi mual.” Nara mengibas-ngibaskan tangannya, mengurangi bau menyengat itu.
“Kamu saja yang sensitif.”
"Aku minta tolong boleh, kan?” tanya Nara
Alfian menatap Nara sekilas lalu kembali memakai kaos kakinya, “Apa?”
“Ambilin mangga di samping rumah.”
“Sekarang?” tanya Alfian ragu Nara mengangguk dan mengelus perut besarnya.
“Kenapa harus aku? Kamu bisa minta tolong sama Mbak Wiwit.”
“Aku minta tolong hal seperti ini saja kamu tidak mau,” ucap Nara
“Iya, tapi kamu sudah lewat masa ngidamkan. Jadi, bisa ditunda dulu. Aku mau ke kantor.”
“Kamu gimana sih, masak warganya butuh bantuan bukannya di bantu malah ngomel. Kok bisa orang seperti kamu jadi kepala desa di sini.”
“Wah, jangan bawa-bawa profesi gitu dong,” ucap Alfian yang tengah memakai sepatu pantofel hitamnya.
Sudah tiga bulan ini Alfian menjadi kepala desa di sini. Menggantikan kepala desa yang lama melalui pemilihan langsung dari masyarakat. Alfian memang cukup dekat dengan penduduk tentunya tidak beg…
NARA
BAB 37
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Sumarni Sumarni
kasian alfian ditampar nara padahal sdh jujur tdk tahu kesalahannya,klo sdh jodoh mau ke manapun ttp ketemu jua nara+revan
2020-03-29
1
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Aku suka pak kades 😍
2020-01-19
2
FITRI
Ama pak kades aja
2019-12-11
1