BAB 52

Nara memandangi layar segi empat di depannya. Namun, baginya tidak ada acara yang menyenangkan.

Berulang kali dia memindah chanel televisi itu.

Pikirannya jauh melayang. Memikirkan permintaan Papa mertuanya. Jika dia pergi menemui Ferdian maka Revan akan marah karena sudah berulang kali dia di beri peringatan.

Beberapa jam lalu Papa menghubunginya lagi. Menayakan bagaimana perkembangan masalah ini.

Walaupun Papa tidak memaksa Nara untuk datang menemui Ferdian, tapi sudah sangat jelas harapan besar Papa ada pada Nara.

"Aku bisa menghubungi Ferdian melalui telpon saja dan tidak perlu bertemu dengan begitu Revan tidak akan marah."

Nara mengambil ponselnya, mencoba menghubungi Ferdian tapi tidak di jawab. Untuk ke lima kalinya Nara menghubungi Ferdian hasilnya masih tetap sama.

"Mungkin dia sedang sibuk. Aku kirim pesan saja. Nanti dia akan membacanya."

Nara masih menunggu. Karena pesan teksnya sudah di baca tetapi belum mendapatkan balasan.

Setengah jam kemudian nada pesan masuk terdengar. Nara segera mengambil ponselnya.

'*Temui aku jika ingin bicara'

'Aku tidak bisa. Maaf jika ini tidak sopan menurutmu, tapi aku mohon jangan mempersulit keadaanku'

'Kita bicarakan ini saat bertemu. Kamu bisa menghubungiku lagi jika bersedia bertemu

denganku*'

"Ya ampun, sejak kapan dia jadi keras kepala seperti ini. Sebenarnya apa yang dia inginkan," gumam Nara setelah selesai membaca pesan dari Ferdian.

Apa yang sebenarnya di inginkan Ferdian. Dia tidak mungkin berniat menghancurkan perusahaan Revan. Tapi, bagaimana kalau tujuannya memang itu yang artinya aku harus segera menemui dia.

Nara mengetuk pintu ruang kerja Revan. Menunggu pemilik ruangan itu untuk mempersilahkan masuk.

Sesaat kemudian bersamaan dengan ketukan ketiga kalinya pintu itu terbuka.

"Revan ada di dalam?" Tanya Nara pada Jhon

"Silahkan masuk," ucap Jhon seraya membukakan pintu dan menutupnya kembali setelah Nara masuk.

"Kamu sibuk?"

"Hmm."

Revan masih fokus pada layar laptopnya.

Nara duduk di sofa panjang berwarna…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Sri Rahayu

Sri Rahayu

sudah kuduga suatu saat ketika Ferdian sudah merasa diatas dia akan melakukan ini pada Nara, makanya aku lebih memilih Alfian dari pada Ferdian jikalau Nara berpisah dari Revan ya karena sifat Ferdian dan Revan hampir sama,egois tanpa memikirkan perasaan orang yang dicintainya.Sedangkan Alfian walopun dia cinta pada Nara tidak memaksakan perasaannya dan malah menasehati Nara untuk berfikir ulang ketika ingin meminta cerai pada Revan .....

2020-05-27

0

bunda thia

bunda thia

td nerima telp dr nara tp kok bisa nara memegang tangan revan

2020-05-18

0

Jumi Saddah

Jumi Saddah

miris banget nara,,bru selesai satu masalah eh hrus berusan dgn ferdian ☺️☺️jdi thor gimana donk biar clear smuax tanpa ada xnk tersakiti,,,,🤔🤔🤔

2019-12-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!