BAB 41

“Jangan pikirkan orang-orang kemarin.”

“Aku hanya kesal saja. Seharusnya aku tidak berkata kasar pada orang-orang tua itu.”

“Masalah sudah selesai, mereka juga tidak keberatan kamu tinggal di sini. Mungkin kamu terkejut, beginilah jika tinggal di kampung. Mereka saling peduli dan memikirkan satu sama lain. Sehingga terkadang rasa peduli dan ikut campur urusan orang lain menjadi abu-abu.”

“Aku akan menganggap ini sebagai latihan.”

“Latihan?”

“Suatu saat nanti bayi ini lahir, bukankah pertanyaan itu juga akan muncul di benaknya. Siapa ayahnya? Mengapa dia tidak pernah bertemu Ayahnya, dimana Ayahnya tinggal? Pertanyaan seperti itu cepat atau lambat akan dia tanyakan.”

“Lalu apa yang akan kamu lakukan jika saat itu tiba?”

Nara tersenyum tipis, “Entahlah, aku masih memikirkannya. Aku belum bisa menjawab.”

“Aku akan membantumu saat itu tiba.” Alfian menepuk pundak Nara

“Terima kasih.”

Nara dan Alfian sedang menikmati pemandangan persawah yang membentang di sepanjang mata memandang. Alfian memilik harapan besar untuk warga desa. Setidaknya mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bisa membiayai anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan lebih baik dari pada orang tuanya.

“Kamu tidak rindu dengan Ayah dan Ibumu?”

“Pertanyaan seperti apa itu. Kamu pasti sudah tahu jawabannya.”

“Bersabarlah sedikit lagi, kamu akan segera bertemu dengan mereka.”

“Mira sudah mengatakan pada mereka, bahwa aku di sini baik-baik saja.”

Nara duduk di sebuah batang pohon besar yang tumbang. Meluruskan kakinya yang mulai terasa pegal-pegal, mereka sudah terlalu jauh berjalan.

“Kamu masih kuat pulang ke rumah?”

“Masih, hanya butuh istirahat sebentar.”

Beberapa orang yang lewat menyapa mereka dan ada juga yang menyampaikan keluhan mereka pada Alfian. setelah orang-orang pergi Alfian mengajak Nara melanjutkan perjalanan.

Saat hendak beranjak dari duduknya. Sendal yang di kenakan Nara terlepas tersangkut akar kayu. Alfian mengambilnya dan mengenakan kembali di kaki Nara.

Saat Alfian bangkit, tata…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

chipa'm

chipa'm

waah nara ulangtahun kt di bulan yang sama september..
btw,koq ibunya nara nggk ngomong ya klo revan buat resort buat nara

2020-07-18

0

Sri Rahayu

Sri Rahayu

tapi sayang itu hanya keinginan seorang reader dan semuanya kuasa author di cerita ini .... kwkwkwk

2020-05-27

0

Sri Rahayu

Sri Rahayu

Nara sudah bahagia dengan kasih sayang tulus dari keluarga sahabatnya....jangan biarkan itu hilang dengan datangnya Revan Thor,sampai part ini aku baca walopun dikisahkan Revan telah mencintai Nara aku tetap gak rela Nara balikan ma Revan yang egoisnya minta ampun ,lebih bijak dan lembut Alfian,aku suka jika Nara ma Alfian walo sederhana tapi banyak kehangatan yang tulus dikeluarga sahabatnya ini....

2020-05-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!