Cinta bisa menghadirkan kekuatan kehidupan. Cinta juga laksana embun bersih dan suci. Tetapi jika embun itu menetes pada aliran sungai yang deras maka dia akan lenyap begitu saja terbawa arus.
Begitu juga cinta yang kamu berikan padaku. Semua sudah tidak ada artinya karena hatiku telah tertutup untukmu.
“Tidak perlu. Aku ingin jalan-jalan sebentar.”
“...”
“Ya, aku tidak akan lama.”
Nara baru saja menerima telepon dari Revan bahwa hari ini dia tidak bisa menjemputnya karena ada meeting mendadak. Nara juga senang bahwa Revan tidak bisa menjemputnya dengan begitu Nara bisa menghabiskan waktu bersama sahabatnya untuk pergi ketoko buku untuk membeli beberapa novel untuk mengisi waktu luangnya saat dirumah.
Saat sedang memilih beberapa novel ada yang menarik perhatiannya. Tepat didepan toko buku ini ada restouran cepat saji dan disana dia melihat seorang wanita yang sedang menyuapi seorang pria. Ya, pria itu Revan. Nara mencoba melangkah lebih dekat untuk memastikan wanita itu. Nara berdiri di balik tiang penyangga bangunan itu untuk menutupi tubuhnya agar tidak terlihat.
“Bukankah itu, Natali. Wanita yang aku temuin di pesta waktu itu.” Nara menyandarkan punggungnya di balik tiang beton itu dengan memang dadanya mencoba untuk menenangkan hatinya.
“Nara, kamu kenapa disini? Mau makan?” tanya Mira
Nara dengan cepat menarik tangan sahabatnya untuk menjauh. Nara tidak ingin sampai Revan melihatnya.
“Kita pulang aja yuk, aku sedang sakit kepala” Nara memegang kepalanya dan sedikit meringis agar sahabatnya ini percaya.
“Tapi...”
“Kalau gitu aku pulang dulu ya, bye..” Nara meninggalkan sahabatnya yang masih bingung dengan sikap Nara yang tiba-tiba pergi begitu saja.
Mira merasa dia melupakan sesuatu saat melihat punggung Nara yang semakin menjauh “Aduh.. jadi aku pulang sendiri. Padahalkan dia sudah janji mau antar aku pulang. Menyebalkan...!!”
🌟🌟🌟
Aku terus melihat jam dan menunggu Revan pulang. Aku sudah sangat lelah dan lapar. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aku m…
NARA
BAB 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Vida Kasim
nara uda tau tp..masa bodoh. jd jgn nangis jika merasa sakit
2020-09-02
0
dwie
ahhh d saat revan mulai terbuka malah datang pelakor
2020-01-24
3
Iqbal Firdauz
bila waktunya tiba.. sebuah kebenaran akan trungkap.. dan pada saat itu penyesalan pun akan datang.. dan hanya satu kata tuada maaf bgimu itylah yg poanta untuk di ucapkan.. kesempatan telah diberikan tp apa kau menyia nyiakannya revan.. sekarang tak ada kesempatan utuk orang seperti mu.. hanya akan membuang waktu sj pd akhirnya sebuah kepercayaan akan musnah..
2019-10-18
10