Nara mencoba untuk menenangkan seluruh tubuh dan pikirannya. Begitu menenangkan suasana malam ini. Sunyi dan terasa damai, hanya terdengar suara jangkrik bersahutan dan deru kendaraan bermotor di kejauhan.
Nara masih berenang kesana kemari sambil sesekali menenggelamkan seluruh tubuhnya. Saat dirasa sudah cukup Nara pun beranjak untuk menyudahi aktifitasnya.
Saat dia mengeringkan rambut dan tubuhnya yang basah ada langkah kaki di belakangnya yang sangat jelas menghampirinya. Nara mengernyitkan tubuhnya saat dua tangan memeluknya. Sesaat Nara begitu ketakutan dan jantungnya pun berdetak tak karuan. Namun ketakutannya berubah menjadi rasa bahagia.
Hampir saja Nara berteriak jika saja dia tidak mengenali pemilik dari tangan yang berbulu halus itu dan jam tangan berwarna hitam dengan bentuk yang tidak asing baginya.
“Bagaimana kamu bisa disini?” tanya Nara pada pria itu
Pria itu diam hanya terdengar hembusan napasnya di telinga Nara. Dia semakin mengeratkan pelukannya dan mencium leher Nara.
“Kamu tidak terkejut atau takut?” tanya pria itu sambil meraba perut Nara yang sedikit membuncit. Wajar saja lemak masih menumpuk di perutnya karena kehamilan yang lalu.
“Apa ada pria lain yang kamu harapkan datang?” ucap pria itu lagi kini tangannya semakin berani akan meraba kearah intim Nara. Nara segera menarik tangan pria itu dan melepaskan pelukannya
“Terserah kau saja!” Nara pergi meninggalkan pria itu yang sedang berkacak pinggan memandangi tubuhnya.
Ketika Nara membuka pintu kaca untuk masuk ke rumah utamanya. Tubuhnya tiba-tiba terangkat pria itu menggendongnya ala bridal style.
“Brengsek! Turunkan aku. Sekarang!” Nara meronta-ronta agar pria itu menurunkannya.
“Diamlah, aku tidak ingin para pengawal itu datang karena teriakanmu dan mereka melihat tubuhmu dalam keadaan seperti ini,” pria menatap ke arah mata Nara dengan tajam.
“Turunkan aku!” Nara tetap tidak ingin pria itu menyentuhnya
“Kamu akan aku turunkan di ranjang,” pria itu tersenyum penuh arti.
Nara mendengus ke…
NARA
BAB 25
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments
Nur Kholifah
nara kamu kok bodoh amaat siih.mau maunya jadi mesin pembuat anak buat revan dan mona.sungguh bodooh
2021-02-19
0
Vida Kasim
bawaannya jd emosi trus neh
2020-09-02
1
Sri Rahayu
haduuh.....pusing .....jengkel Dewe aku Moco Iki cerita ....bukannya marah ma penulis lagi marah ma tokohnya....Nara yang selalu memaafkan Revan yang tak bisa adil pada Nara,sebagai suami gak bisa tegas membela yang benar.....ah bodoh....
2020-05-26
1