Joana telah selesai dengan urusannya bersama Baron pemilik penerbitan buku. Kini ia sedang duduk berhadapan dengan Killian di dalam kereta kuda.
Joana menatap tajam sosok di depannya. Sejak tadi pertanyaannya belum terjawab.
"Kenapa Kau menatapku seperti itu? Jika ada yang ingin Kau katakan, katakan saja." Sahut Killian yang sudah merasa tatapan istrinya sangat aneh.
"Bagaimana caramu berganti baju dengan cepat?"
Killian menatap istrinya bingung. "Apa maksudmu?"
Joana mencebik, "Tidak usah membohongiku lagi, Kau tadi yang membantuku mengambilkan Aku buku, Kau tadi masih memakai pakaian rakyat biasa, tapi bagaimana Kau dengan cepat mengganti bajumu dengan setelan kebesaranmu ini?"
Killian semakin bingung dengan pertanyaan Joana. "Aku baru selesai rapat dengan Raja dan dewan lainnya, tentu saja Aku memakai baju ini."
Joana memicingkan matanya menatapa Killian dengan lamat. Inilah Killian yang asli, pelit senyum dan tidak pernah menunjukkan ekspresi.
"Coba Kau senyum." Tanya Joana tiba-tiba.
Killian yang bingung pun hanya menuruti permintaam istrinya, memang aneh kenapa Dia tiba-tiba meminta dirinya tersenyum.
Killian pun tersenyum seperti yang diminta Joana. Tapi dimata Joana senyuman Killian sangat mengerikan dan terkesan menakutkan.
"Jangan coba tersenyum lagi dihadapanku." Timpal Joana bulu kuduknya berdiri melihat senyum antagonis Killian.
Killian pun pasrah mengembalikan ekspreai datar yang biasa.
"Apa senyumanku seseram itu?" Tanya Killian polos.
"Apa Kau punya saudara kembar?" Mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Killian, Joana bertanya tegas pada pria di depannya.
Pria yang membantunya mengambil buku tadi jelas bukan Killian, meskipun memiliki ciri fisik yang sama persis, Joana yakin pria tadi bukan Killian suaminya. Tapi siapa?
Apa yang dipikirkan gadis di depan yang sudah menjadi istri Grand Duke ini. Kenapa pertanyaannya aneh sekali?
"Tidak, Ibuku hanya melahirkan satu anak, yaitu diriku saja." Balas Killian.
Memang benar, di cerita Killian's Love juga w…
The Killian's Love
Bab 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments