Killian, Joana, dan Zero, duduk bersama menikmati sarapan pagi ini. Nampak Joana dan Zero saling bercengkrama satu sama lain mengumbar senyum.
Namun berbeda dengan Killian yang cemberut tidak menyentuh makanannya. Dia cemburu dengan interaksi istrinya dan bocah kemarin.
"Zero, makanlah yang lahap ya," Ucap Joana senang karena Zero makan lahap masakan yng dibuatnya. Joana mengulas senyum puas melihat Zero.
Perhatinnya sedari tadi hanya berfokus pada Zero, ia lupa kalau ada suaminya di kursi utama, sementara Joana dan Zero duduk bersebelahan.
"Apa Kau tidak menanyaiku makan lahap atau tidak?" Suara berat Killian yang terkesan dingin memberikan suasana dingin di ruang makan.
Joana baru tersadar kalau suaminya ia cuekkan. Ia menatap piring yang masih utuh belum dimakan atau disentuh.
"Kenapa Kau tidak makan?"
"Suapi," Hanya itu jawaban yang diberikan Killian. Seperti cemburu pada anak kecil.
"Apa tanganmu terlukan?"
"Tidak,"
"Kalau begitu makan sendiri." Putus Joana mengabaikan suaminya lagi kemudian kembali pada Zero.
Dia tampak manis dan tampan. Tangan kecilnya begitu imut dan menggemaskan.
Disisi lain Killian mengerutkan keningnya menatap Zero, si biang masalah. Ia menatapnya intense bahkan memberikan sedikit kekuatan kegelapan untuk menyingkirkan bocah itu.
"Bibi, Aku sudah kenyang," Ujar Zero tiba-tiba. Sebelumnya ia lahap tapi langsung menjatuhkan sendok dan garpunya.
Joana mengedipkan mata beberapa kali menatap bocah kecil itu langsung pergi dengan kaki kecilnya tanpa mengatakan apapun lagi. Ini aneh...
"Suapi Aku," Sahut Killian puas karena ulahnya berhasil menyingkirkan bocah pengganggu itu.
Joana pun menoleh menatap tajam Killian. Ini pasti ulahnya.
Joana melengos melanjutkn makannya sendiri memgabaikan suaminya.
Dan tentu saja Killian tidak habis akal. Dia menggerakkan bayangannya untuk membawa Joana kepangkuannya.
"Ahhh," Jerit Joana tiba-tiba seperti dibawa oleh sesuatu yang tak nampak.
Killian tersenyum puas Joana akhirnya duduk dipangkuannya.
"Suapi Aku,"…
The Killian's Love
Bab 41
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments