Cuaca menghangat, Marina mengajak Maurice untuk menikmati udara segar musim semi di Foresta Fredda. Meskipun udara masih terasa dingin tapi tak membuat Marina dan para orang-orang yang menikmati pemandangan danau yang terbentuk dari lelehan gelanggang yang biasanya dijadikan untuk bermain ice skating umum di pusat kota.
"Ayo kita duduk disana, Maurice!" Tunjuk Marina pada sebuah tempat dibawah pohon beralaskan tanah dengan sedikit rumput. "Kita bisa menggelar tikar dan duduk disana."
"Ayo!" Dan dengan segera Marina menarik lengan Daisy untuk ikut bersamanya. "Bantu Aku menggelar tikar," Ujarnya mengeluarkan sebuah karpet berwarna biru yang Marina bawa di dalam kotak keranjng kayu.
.
.
"Lihat air mancur itu, Maurice! Stevan yang membangunnya kemarin!" Marina terlihat bahagia berpiknik bersama adiknya yang tak oernah ia lakukan di kehidupan sebelumnya karena tugas Marina yang selalu disibukkan dengan tugas militer. "Haha, patungnya jadi terkesan lucu karena menggunakan patung Liberty."
"Kenapa Kakak melakukan itu?" Gumam Daisy tak memperdulikan kata-kata Marina.
"Hah?" Bingung Marina. "Apa maksudmu?"
"Apa Kakak tahu betapa bahayanya perubahan iklim disini?"
"Kenapa bahaya? Bukankah ini lebih baik. Udara tidak sedingin dulu. Dan lihat mereka, mereka sangat senang dengan perubahan ini."
"Hentikan, Kak!" Ucap Daisy tegas menatap mata hazel Marina. Meskipun takut, tapi Daisy harus melakukannya. Ini demi Foresta Fredda dan Joana yang sudah berjuang.
"Aku tidak mengerti maksudmu, Daisy. Menghentikan?" Ujar Marina bersikap tidak tahu menahu dengan pertanyaan adiknya.
"Kumohon, Kak. Hentikan sebelum Kakak menyesal." Bujuk Daisy namun malah membuat Marina menaruh curiga padanya.
"Jadi benar, Joana masih hidup." Sahut Marina dengan nada pelan namun terkesan dingin.
Deg!
Dan mendengar hal itu tentu saja membuat jantung Daisy berdetak lebih cepat. Marina sudah tahu?
"Apa maksud Kakak?" Tanya Daisy berpura-pura tidak tahu juga.
Haaaahhhh.
Suara helaan Marina yang cukup panjang ter…
The Killian's Love
Bab 65
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments