Bagai ruangan tanpa ujung. Joana mencari cahaya digelapnya pandangan matanya. Joana terus berjalan tak tentu arah. Terus berjalan dengan tergopoh.
Setelah sekian lama berjalan dengan lelah, Joana mengucek matanya sebab menemukan seberkas cahaya menyilaukan ditengah kegelapan yang mendera. Joana pun berlari ketempat cahaya itu berasal.
Pikirannya kosong, hanya memikirkan caranya keluar dari tempat gelap ini.
Dari cahaya menyilaukan itu berubah menjadi sebuah tempat, lebih tepatnya sebuah perkotaan modern.
Joana terus berjalan menyusuri jalan yang sangat ia ingat. Secara naluriah ia berjalan ketempat tersebut hingga sampailah Joana di sebuah rumah dengan gerbang tinggi. Bentuk rumah tidak terlihat saking besarnya gerbang itu.
Dan Joana terus menatapnya lamat, ingin dirinya memanggil seseorang dari balik gerbang, tapi entah kenapa suaranya tidak mau keluar meski ia paksakan untuk keluar. Bahkan saat Joana menggedor pagar besi itu dengan keras pun pagar itu tidak mengeluarkan suara apapun.
Joana semakin bingung dengan apa yang terjadi. Apa telinganya bermasalah?
Joana terus memukul dengan keras pintu gerbang dengan teriakan lebih kencang agar suara miliknya keluar.
Tapi tetap saja. Suara Joana tidak keluar. Hanya sebuah gerakan mulut tanpa suara.
"Ayah!! Kakak!!" Begitulah teriakan Joana memanggil nama ayah dan para kakak-kakaknya.
Rumah ini adalah rumah Joana di dunia asalnya. Tempat masa kecil Joana tinggal.
Tetap saja suaranya tidak terdengar dan tidak ada yang merespon teriakannya.
Hingga akhirnya Joana terisak pasrah menjongkokkan diri dengan perasaan aneh menatap sekitar yang tampak sama dengan ingatannya.
Joana menundukkan kepalanya menyembunyikan tangisnya dibalik lengannya hingga tiba-tiba terdengar suara riuh di telinganya.
Sontak Joana mengangkat kepalanya untuk melihat.
Tapi yang ia lihat bukan di depan rumahnya dulu, tapi di sebuah ruang kelas, lebih tepatnya ruang kelas SMA nya dulu, terlihat beberapa siswa menggunakan seragam serasi.
Tentu saja hal itu me…
The Killian's Love
Bab 52
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments