Max terdiam melihat pertempuran antara Dua orang berwajah sama itu. Tubuhnya lemas untuk sekedar ikut bertarung. Max saat ini benar-benar bingung dengan pilihannya.
Terlihat Killian sudah diambang batas kemampuannya. Tubuh Killian sudah terlihat penuh darah segar mengalir di punggung dan tangannya.
Killian bukanlah tandingan untuk sihir Stevan. Killian akan mati jika terus berada disini.
Dan tak berselang lama, benar saja, Stevan dengan mudahnya mengingat Killian yang sudah kehabisan tenaga.
Tubuhnya terangkat seraya dengan ikatan Stevan. Sehingga tubuh Killian membentuk huruf X yang terikat dengan kokoh oleh api hitam Stevan.
Brak!
Mata Max membelalak melihat tubuh Arhan yang tersungkur pingsan dengan di ikat seluruh tubuh dengan tali yang terbuat dari api.
Betapa kengerian sihir yang Stevan miliki.
"Jadi siapa yang harus Aku bunuh terlebih dahulu, Max?" Tanya Stevan dengan senyum gilanya.
Max gemetar ketakutan, baru pertama kalinya Max melihat kekuatan Stevan yang mengerikan seperti ini.
"Aku penasaran, jika Killian mati, apakah Aku bisa menggantikan posisinya untuk mendekati Joana?"
"Jangan ha.rap untuk bisa men.de.kati Joa.na-" Sahut Killian berusaha berbicara meski lehernya telah terikat dan kesulitan bernapas.
Jreb
Bagaikan pisau, api hitam itu menembus dada Killian hingga mengeluarkan darah. Mulutnya juga mengalir darah segar, matanya kian memerah berusaha untuk tetap bertahan demi melindungi orang-orang tercintanya.
Sementara Max yang melihatnya merasakan gejolak yang luar biasa. Perasaan melindungi tiba-tiba menggelora di hatinya. Hingga lah Max bangkit berdiri dengan tertatih kemudian menusuk dada Stevan dengan pedangnya.
Meskipun pedangnya lemah, tapi setidaknya bisa membuat Stevan melepaskan Killian.
Killian pun terjatuh ke tanah dengan tubuh tak berdaya namun kesadarannya masih bisa melihat apa yang dilakukan Max untuknya.
Stevan membulatkan matanya tak percaya pedang yang ia berikan khusus pada Max malah menusuknya sendiriz apakah ini yang dinamakan se…
The Killian's Love
Bab 68
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments