"Taman Surga?" Tanya serempak oleh Arhan, Aarash, Kenzie, dan Ellia.
"Kalian tidak tahu?" Tanya Jaoana balik.
"Ini pertama kalinya Aku mendengarnya." Balas Kenzie yang juga diangguki yang lain. "Selama ratusan tahun tempat ini adalah hutan musim dingin, tak pernah ada yang melihat hamparan rumput luas disini," Timpal Aarash menyambung.
"Apa Anggota kerajaan juga tidak tahu? Penyihir agung juga?" Joana menatap kedua pria teman Killian itu secara bergantian.
"Mungkin ada petunjuk lain tentang taman surga yang ada di penglihatan Anda Nyonya," Ujar Ellia memberikan ide.
"Yang Aku ingat hanya itu, bagian Tania dan Daniova yang masih anak-anak bermain di hamparan rumput luas dengan satu pohon besar yang berdiri kokoh. Aku tidak ingat tempat pastinya dimana."
"Apa Bibi Daniova tidak cerita padamu?" Tanya Joana pada Killian.
"Aku?" Tunjuk Killian pada diri sendiri karena bingung.
"Bukankah Kau pernah ke duniaku dan bertemu Bibi Daniova? Apa Bibi tidak berbicara tentang taman atau hamparan rumput?"
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Joana, sontak semua orang menatap ke arah Killian untuk mendemgarkan jawaban darinya.
"Di-Dia tidak mengatakan apapun, Dia hanya minta untuk memgambilkan barang-barangmu di perusahaan tempatmu bekerja."
Haaahhh... Helaan napas pasrah dari Joana dan di ikuti yang lain. Rasanya semua petunjuk yang mereka dapat mengambang tak tahu arah dan berhenti begitu saja.
"Apa Kau mau kembali ke kamar rahasia itu lagi?" Celetuk Kenzie tiba-tiba.
"Kamar itu masih ada?" Tanya Killian.
"Em." Angguk Kenzie. " Bangunan yang ada di istana barat satu-satunya yang selamat. Dan kamar itu juga masih berdiri tanpa terbakar sama sekali.
"Kita kesana!" Sahut Joana kembali semangat.
***
"Maurice, Kau ingat? Saat pertama kali Aku mengajarkan menembak padamu." Ujar Marina duduk santi sembari bernostalgia di kursi halaman belakang rumah kecil yang mereka tempati.
Karena Daisy bukanlah Maurice, tentu saja Dia bingung dan tidak mengerti arti yang dibicarakan Marina. Menembak?…
The Killian's Love
Bab 64
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 79 Episodes
Comments