Dua hari sesudah lebaran, tiba-tiba datanglah kabar itu. Ayah diberitakan mengalami kecelakaan saat bekerja. Gerobak sampahnya tersenggol mobil yang melaju dengan kencang dan Ayah terjatuh. Ibu belum membolehkan Ayah bekerja, setidaknya sampai Maryam selesai menjalani prosesi pernikahan tiga hari lagi. Namun Ayah bersikeras. Katanya, siapa lagi petugas yang akan membuang sampah warga. Ayah sampai membuka lebar-lebar kedua tangannya di depanku.
Dengan dibantu oleh beberapa warga, Ayah dibawa ke klinik pengobatan tak jauh dari rumah. Untung lukanya hanya lecet-lecet dan tak memerlukan perawatan khusus apalagi opname. Kedua kaki kurusnya semakin tampak ringkih. Kusaksikan Ayah turun dari becak dan melangkah dengan pincang, menyentuh pintu rumah. Aku termangu.
Tepat pukul tujuh malam, Maryam dan Jono mengucap prosesi pernikahan. Kulihat Ibu tampak terharu, juga Ayah. Sekilas Maryam memandangku lalu kulempar senyum kepadanya. Dia tampak cantik sekali dengan dandanan yang sungguh anggun. Kebaya yang aku jahit, pas melekat di tubuhnya yang tinggi semampai.
Tanto yang sudah bekerja dan bisa sedikit-sedikit membantu Ibu memberi jatah uang untuk membeli beras. Tanto baik, maka tak heran jika ada beberapa teman perempuannya yang suka bertandang ke rumah. Kupikir dalam hati, pasti sebentar lagi Tanto akan menikahmenyusul Maryam.
“Muji, kapan kamu menikah?” pertanyaan dilontarkan oleh seorang kerabat seraya menunjuk kepada pengantin berdua yang tengah duduk di pelaminan. Aku membalasnya dengan melambaikan tangan.
“Aku doakan Mbak Muji segera menikah jika jodoh sudah dekat, Aamiin”, kata seorang fasilitator yang kuundang di acara resepsi pernikahan dalam bahasa isyarat. Aku merasa dia punya rasa suka kepadaku dan sebagian hatiku turut dibawanya.
Tak ada kesunyian bagi orang tuli sepertiku. Banyak doa kebaikan. (*)
Tepat pukul tujuh malam, Maryam dan Jono mengucap prosesi pernikahan. Kulihat Ibu tampak terharu, juga Ayah. Sekilas Maryam memandangku lalu kulempar senyum kepada…
Gadis Desa
#pernikahan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments